
batampos – Dit Reskrimsus Polda Kepri mengamankan 10 orang tersangka terdiri dari 1 orang perempuan dan 9 orang laki-laki atas dugaan tindak pidana penipuan dan pemerasan dengan modus phone sex di Kota Batam. Para tersangka berwarga Negara China dan Vietnam yang berinisial TTP, LH, MXJ, ZW, ZCG, LYW, TXQ, MTY, WB, dan MXW.
“Setelah dilakukannya pemeriksaan terhadap 10 orang tersangka ini mereka berasal dari China dan Vietnam yang di duga melakukan tindak pidana penipuan dan pemerasan dengan modus sex phone melalui aplikasi Wechat,” Dir Reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Teguh Widodo di Media Center Bid Humas Polda Kepri, Kamis (6/1/22).
Teguh Widodo mengatakan tim Subdit V Ditreskrimsus Polda Kepri mengamankan 10 orang tersangka di salah satu rumah yang ada di Kota Batam. Dari TKP yang berhasil diamankan beberapa alat komunikasi berupa handphone dan laptop yang digunakan oleh ke 10 orang tersangka untuk melakukan aksinya.
Teguh melanjutkan, dari 10 orang tersangka ini mereka memiliki perannya masing-masing. Ada yang bertugas melakukan profiling kepada korban yang berada di Negara China, ada juga yang menjadi icon yang melakukan video call sex, dan juga melakukan pencarian korban, menghubungi korban, merekam video call sex, mengancam korban, serta memeras korban dengan menggunakan sistem elektronik aplikasi wechat.
Adapun tersangka berinisial TTP yang berperan sebagai icon yang melakukan video call phone. Kemudian rekan-rekan tersangka lainnya yang akan melakukan tindakan pemerasan terhadap korban. Para tersangka melakukan aksinya sejak bulan Agustus 2021 dan mereka sudah berada di Indonesia sejak 6 bulan yang lalu.
“Selanjutnya kita akan melimpahkan berkas pemeriksaan kepada pihak Imigrasi,” jelas Teguh Widodo.
Sementara itu Kepala Bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi Keimigrasian (TIKKIM) Kantor imigrasi kelas I Khusus TPI Batam Tessa Harumdila, mengatakan dari kejadian ini pihaknya akan terus melakukan pengawasan lebih optimal di setiap pintu masuk yang ada di Kota Batam. “Dan juga tidak hanya dipintu Kota Batam, juga pintu masuk dari Jakarta dan kota-kota lainnya,” katanya. (*)
Reporter: AHMADI SULTAN



