
batampos – Penyelidikan kasus kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja galangan kapal di kawasan industri Sagulung, Batam, terus bergulir. Aparat kepolisian kini melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Tri Andrestian, mengatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung intensif. Fokus utama saat ini adalah mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang berada di lokasi saat kejadian.
“Pemeriksaan masih berjalan maraton terhadap sejumlah saksi,” ujar Debby, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, saksi-saksi yang diperiksa berasal dari berbagai unsur, mulai dari pekerja di lapangan, pihak manajemen perusahaan, hingga petugas keamanan dan keselamatan kerja (safety). Keterangan mereka dinilai penting untuk menyusun kronologi secara utuh.
Menurut Debby, langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian dalam peristiwa kecelakaan kerja yang berujung maut tersebut. Polisi ingin memastikan apakah prosedur keselamatan kerja telah dijalankan dengan baik atau justru ada pelanggaran.
“Kita dalami apakah ada kelalaian atau tidak dalam kejadian ini,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, korban bernama Noveriyandi Pasaribu meninggal dunia setelah diduga tersengat listrik saat bekerja melakukan pemotongan besi di atas kapal tongkang di PT Karyasindo Samudra Biru (KSB) Shipyard, Rabu (8/4) sekitar pukul 15.00 WIB.
Hingga kini, polisi masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan. Hasil penyelidikan nantinya akan menentukan langkah hukum selanjutnya, sekaligus menjadi evaluasi penting bagi penerapan standar keselamatan kerja di lingkungan industri galangan kapal.(*)



