Rabu, 1 April 2026

Premium dan Pertalite Mulai Dihapus

Pertamina: Penghapusan BBM Kewenangan Pemerintah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Antre premium. foto: Iman Wachyudi / Batam Pos

batampos – Pemerintah sedang menyiapkan peta jalan atau road map untuk mengalihkan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dalam hal ini bensin Ron 88 atau Premium dan juga bensin Ron 90 atau Pertalite digantikan BBM Pertamax.

Alasannya, dua jenis BBM tersebut akan ditransisi ke penggunaan jenis BBM Pertamax karena BBM jenis ini lebih ramah lingkungan karena memiliki nilai oktan RON (Research Octane Number) di atas 91.

Dalam masa transisi BBM itu, pemerintah mempersiapkan tiga langkah penghapusan BBM Premium dan Pertalite.

Tahap pertama, akan dimulai dari pengurangan bensin/premium disertai dengan edukasi dan campaign untuk mendorong konsumen menggunakan BBM RON 90 ke atas.

Tahap kedua, dengan pengurangan bensin/premium dan pertalite di SPBU disertai dengan edukasi dan campaign untuk mendorong menggunakan BBM di atas RON 90 ke atas.

Tahap ketiga, simplifikasi produk yang dijual di SPBU hanya menjadi dua varian yakni BBM RON 91/92 (Pertamax) dan BBM RON 95 (Petamax Turbo).

Unit Manager Comrel & CSR Pertamina MOR I, Agus Setiawan mengatakan, ia belum bisa memberikan informasi lebih jauh mengenai penghapusan dua jenis BBM ini di Kepri atau khususnya di Batam. Keputusan penghapusan Premium adalah murni kewenangan pemerintah. Pihaknya hanya menjadi pelaksana tugas yang sudah diamanahkan.

“Kami sebagai pelaksana yang diberikan penugasan. Tentunya untuk suplai maupun jalur pendistribusian BBM berkualitas akan kami siapkan untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terkait dengan hilangnya BBM jenis Premium di Batam sejalan dengan adanya rencana pemerintah dalam penghapusan premium dan Pertalite? Agus enggan memberikan komentar.

Begitu juga dengan Sales Branch Manager PT Pertamina Kepri Fadlan, ketika dikonfirmasi Batam Pos. Mereka enggan memberikan jawaban terkait hilangnya BBM jenis Premium di sejumlah SPBU.

“Untuk informasi (penghapusan Premium dan Pertalite) kami masih menunggu informasi dari pemerintah,” ujarnya.

Adapun rencana penghapusan Premium dan Pertalite ini sebelumnya disampaikan Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih.

Indonesia kini memasuki masa transisi di mana BBM RON 90 atau Pertamax akan menjadi bahan bakar antara menuju BBM yang ramah lingkungan.

“Kita memasuki masa transisi di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan,” ujar Soerja.

Soerja menginformasikan, Premium RON 88, saat ini hanya digunakan oleh tujuh negara saja. Volume yang digunakan pun sangat kecil. Kesadaran masyarakat menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik, menjadi salah satu penyebabnya.

Lebih lanjut Soerja mengungkapkan, Pemerintah tengah menyusun roadmap BBM ramah lingkungan di mana nantinya Pertalite juga akan digantikan dengan BBM yang kualitasnya lebih baik.

“Dengan roadmap ini, ada tata waktu di mana nantinya kita akan menggunakan BBM ramah lingkungan. Ada masa di mana Pertalite harus dry, harus shifting dari Pertalite ke Pertamax,” katanya.

Proses shifting Pertalite ke Pertamax ini menjadi konsen pemerintah agar peralihan ini tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Sehingga kita juga mencermati volume Pertalite yang harus disediakan untuk masyarakat,” tambah Soerja.

Perubahan dari Premium ke Pertalite akan mampu menurunkan kadar emisi CO2 sebesar 14 persen untuk selanjutnya dengan perubahan ke Pertamax akan menurunkan kembali emisi CO2 sebesar 27 persen. (*)

Reporter : Eggi Idriansyah

UPDATE