
batampos – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Batam menunjukkan hasil signifikan dengan turunnya prevalensi stunting sebesar 1,28 persen pada 2024, berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batam.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mengatakan keberhasilan penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, hingga keterlibatan aktif masyarakat agar upaya penurunan stunting berjalan berkelanjutan.
“Penanganan stunting harus dilakukan secara bersama-sama, terencana, dan konsisten. Ini bukan hanya program satu dinas, tetapi tanggung jawab kita semua demi mewujudkan generasi Batam yang sehat, unggul, dan berkualitas,” kata Firmansyah, Kamis (25/12).
Ia meminta seluruh perangkat daerah menyusun perencanaan yang matang, termasuk perhitungan kebutuhan anggaran pencegahan stunting secara tepat. Jika terdapat keterbatasan fiskal, Pemerintah Kota Batam membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha melalui Program Bapak Asuh.
“Melalui rembuk stunting ini, kita harapkan ada perencanaan yang jelas. Jika anggaran terbatas, kita libatkan dunia usaha agar prevalensi stunting di Batam terus menurun,” ujarnya.
Selain penguatan kebijakan di tingkat kota, Firmansyah juga mendorong peran aktif camat dan lurah untuk mengoptimalkan kegiatan posyandu dengan pendekatan yang lebih kreatif dan edukatif. Upaya tersebut meliputi penyediaan makanan sehat, penyuluhan gizi, hingga pelibatan anak-anak dan remaja dalam kampanye pencegahan stunting.
“Sinergi di lapangan sangat penting. Posyandu harus menjadi pusat edukasi gizi dan kesehatan keluarga,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas komitmen seluruh anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Batam. Menurutnya, rembuk stunting harus menjadi momentum penguatan aksi nyata di lapangan agar target zero stunting di Batam benar-benar terwujud.
“Kita bergerak bersama, bekerja nyata, dan memastikan setiap anak Batam tumbuh sehat tanpa stunting,” ujarnya. (*)



