
batampos – Harga telur ayam buras dipasaran Batam masih meroket. Penyebabnya diduga produksi telur ayam buras menurun karena masih musim penghujan.
Untuk saat ini di pasaran Batam, harga telur ayam buras masih dijual hingga Rp 60 ribu per papan. Harga tersebut cukup jauh dibanding harga normal yang hanya berkisar Rp 32-35 ribu perpapan.
“Sudah lebih dari satu bulan harga telur belum turun, kalau di pasar Rp 60 ribu pe rpapan, tapi kalau di swalayan ada Rp 54-57 ribu,” ujar Lastri, pedagang makanan di kawasan Batamcenter.
Wanita yang sehari-hari berjualan sarapan ini mengantisipasi kenaikan harga telur dengan caranya sendiri. Yakni satu butir telur dibagi dua dan menambah gorengan pada porsi makanan.
“Jangan salah arti ya, telur memang separuh saya kasih karena harganya lagi gila-gilaan, makanya saya tambah gorengan. Nanti kalau harga sudah normal, bakal satu biji lagi,” imbuh Lastri sembari tertawa.
Sementara, Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau membenarkan saat ini harga telur masih tinggi. Selain permintaan tinggi pasca nataru, harga telur melejit karena produksi ayam petelur berkurang.
“Memang karena permintaan tinggi juga, ditambah karena musim penghujan, yang menyebabkan produksi telur berkurang,” ujar Gustian.
Dikatakan Gustian, tingginya harga telur tak hanya terjadi di Batam. Namun hampir seluruh daerah Indonesia. Apalagi Batam, bukanlah daerah penghasil telur ayam buras.
“Memang ada peternak ayam petelur di Batam, namun kuotanya tak bisa memenuhi permintaan Kota Batam. Hanya beberapa persen saja,” jelas Gustian.
Disisi lain, Gustian yakin seiringnya waktu harga telur akan berangsur turun. Jadi masyarakat diminta bersabar untuk harga telur saat ini.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat harga telur ini kembali normal. Karena tak mungkin harganya tinggi terus,” pungkas Gustian. (*)
Reporter: YASHINTA

