Minggu, 3 Mei 2026

Proses Lelang SPAM Batam Harus Adil dan Profesional

Berita Terkait

Ilustrasi. Masyarakat mendatangi kantor pusat SPAM Batam di Batam Center. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

batampos – Hasil prakualifikasi lelang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam telah keluar, 29 Desember lalu. Empat perusahaan dan konsorsium lolos dalam lelang yang penyelenggaraannya sangat berlarut-larut tersebut.

Sejumlah pihak mewanti-wanti agar proses berikutnya dijalankan secara adil dan profesional, agar Batam bisa memiliki operator yang cakap dalam sektor pengelolaan air ini.

Kepala Ombudsman Perwakilan Kepri, Lagat Siadari mengatakan ia sangat menantikan putusan akhir dari lelang ini, dimana gelarannya sudah tertunda beberapa kali. Sementara Moya Indonesia selaku operator masa transisi, telah diperpanjang kontraknya berulang kali dalam jangka pendek.

“Mudah-mudahan ini yang terbaik, tentunya dengan proses terbaik, dari yang kami harapkan selama ini. Saya harap dalam lelang ini, BP Batam jangan main-main, karena ini menyangkut hal yang sangat penting kedepannya,” kata Lagat di Batam Centre, Selasa (4/1).

Adapun harapan dari warga Batam, yakni pengelolaan SPAM Batam bisa sekelas dengan Singapura. “Datang ke Singapura, kemudian ke Batam, jangan sampai dilihat warga asing, jauh kali bedanya. Ini masalah prestise antara negara,” tuturnya.

Apalagi, Batam merupakan kota industri, sehingga air menjadi kebutuhan dasar yang penting bagi keberlangsungan industri.

“Kedepannya, saya harap kita tidak mendengar lagi stress area, rationing bergilir, janganlah. Cadangan air kita cukup, sehingga optimalisasi Waduk Tembesi diperlukan, karena sekarang baru suplai Waduk Mukakuning. Di sana, masih banyak stress area, padahal banyak industri shipyard yang menggantungkan hidupnya di daerah tersebut,” jelasnya.

Ia berharap, empat perusahaan yang lolos memiliki empat kunci utama dalam pengelolaan SPAM, yakni modal, SDM, teknologi serta pengalaman.

“Itu akan menentukan sukses tidaknya, operasional air di Batam. Jangan sampai ada uang, tapi tak punya pengalaman, SDM dan teknologi. Kalau bisa bawa Batam ini minimal menyamai Singapura, sehingga Batam memiliki citra yang baik di dunia internasional,” paparnya.

“Jangan tertunda lagi, jangan batal lagi. Di masa transisi ini, banyak warga yang kecewa. Sehingga hal ini menjadi tantangan BP Batam selaku regulator SPAM Batam kedepannya, dalam ciptakan pelayanan lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, dari kalangan pengusaha juga berharap pengelolaan air terbaik buat Batam. “Dari kita harapannya tentu sama saja. Agar panitia lelang bekerja secara transparan dan profesional agar bisa dipilih pemenang lelang yang berkualitas dan dapat memberikan pelayanan terbaik untuk Batam,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid.

Rafki mengingatkan kalau layanan air bersih merupakan layanan dasar yang sangat berdampak luas di masyarakat dan juga menjadi salah satu pertimbangan investor ketika menanamkan investasinya.

“Jika layanan air bersih tidak tersedia dengan optimal di Batam tentunya akan membuat Batam menjadi buruk di mata investor. Kita yakin panitia lelang akan bekerja secara profesional. Kita percayakan prosesnya kepada panitia sambil tetap diawasi bersama sama. Kalau bisa prosesnya jangan sampai berlarut larut supaya layanan air bersih yang berkualitas di Batam bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, empat peserta lelang kerja sama penyelenggaraan operasi dan pemeliharaan sistem penyediaan air minum hulu Batam, dinyatakan lolos oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam, Rabu (29/12).

Pengumuman tersebut berdasarkan pada pengumuman yang bernomor PQ-HULU/38/12/2021 yang bisa dilihat di website bpbatam.go.id. ATB tidak lolos, dalam tahapan prakualifikasi yang sudah diulang untuk yang pertama kalinya ini. Tahapan prakualifikasi pertama dinyatakan gagal Agustus lalu.

Adapun empat peserta yang lolos yakni pertama, Konsorsium PT Krakatau Tirta Industri-Perum Jasa Tirta II-PT Adaro Tirta Mandiri-PT Strivechem Indonesia. Kedua, PT PAM Lyonnaise Jaya. Ketiga PT Moya Indonesia-PT PP Persero. Dan terakhir Konsorsium Adonis Investment Holding Pte.Ltd-Tritech Engineering & Testing (Singapore) Pte.Ltd-PT Traya Makassar (Konsorsium AIH-TTM-TET).

“Ini merupakan daftar peserta yang lulus prakualifikasi berdasarkan hasil evaluasi terhadap dokumen kualifikasi. Urutan daftar peserta yang lulus prakualifikasi tidak menunjukkan peringkat peserta,” kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.

Peserta yang keberatan dengan pengumuman tersebut dapat menyampaikan sanggahan kepada panitia lelang, yang harus disampaikan secara tertulis dan ditandatangani oleh perwakilan resmi peserta. “Masa sanggah dari 30 Desember 2021 sampai 5 Januari 2022,” imbuhnya. (*)

Reporter: Rifki Setiawan

UPDATE