Sabtu, 25 April 2026

Protkes Kendor, Gelombang 3 Mengintai

Berita Terkait

batampos.co.id – Satu keluarga terpapar Covid-19 setelah kedatangan saudaranya dari luar Kepri menjadi bukti bahwa pandemi Covid-19 masih mengancam.

Bahkan, Covid-19 jilid tiga bisa meledak kembali jika masyarakat makin abai terhadap protokol kesehatan (protkes).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri, dr Rusdani, mengatakan, saat orang sudah positif bisa saja hasil antigennya negatif.

”Awal masa inkubasi kadang sulit terbaca,” katanya, Jumat (5/11/2021).

Ia mencontohkan seseorang yang terpapar, lalu di hari kedua atau ketiga melakukan pemeriksaan antigen.

Biasanya, kata Rusdani, agak sulit terbaca. Sehingga, hasil yang keluar adalah negatif.

”Hari keempatnya dia berangkat. Saat ini sudah menularkan,” ujarnya.

Untuk itu, Rusdani berharap inisiatif dari masyarakat sendiri. Jika ada sanak saudara atau tamu datang dari luar daerah mengalami gejala Covid-19, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan dini dapat membantu penanganan dan mencegah penularan.

”Kalau penerbangan dalam negeri tidak ada aturan karantina dulu, sehinga sulit terpantau. Tapi penerbangan luar negeri ada karantina lima hari, sehingga bisa memantau kondisinya dalam beberapa hari itu,” jelasnya.

Karena belum ada aturan, Rusdani berharap kesadaran masyarakat. Ia mengatakan, biasanya di perusahaan selalu menerapkan protkes ketat. Bagi yang baru datang dari luar daerah harus menjalani asesmen dulu.

”Tapi di masyarakat harus inisiatif pribadi. Saran saya, jika ada gejala segeralah memeriksakan diri,” imbuhnya.

Saat disinggung mengenai prediksi gelombang ketiga Covid-19 bakal terjadi di Desember, Rusdani mengaku bahwa itu prediksi ahli epidemiologi.

Menurut dia, dari dua kali gelombang Covid-19 di Indonesia, prediksi para epidemiologi itu memang terjadi.

”Harapan saya semoga tidak terjadi. Saya harap masyarakat Kepri kembali meningkatkan
protkesnya,” tegasnya.

Protkes adalah salah satu cara mencegah gelombang Covid-19 terjadi di Indonesia, khususnya Kepri.

Salah satu yang perlu diperhatikan dalam protkes adalah memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

”Ingat, protkes itu penting,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, dr Achmad Farchanny, mengatakan, polymerase chain reaction (PCR) maupun antigen hanyalah screening.

Sehingga agak kurang tepat menganggap setelah pemeriksaan PCR maupun antigen sebagai jaminan bebas Covid-19.

”Sekarang diperiksa PCR, negatif Covid-19. Belum tentu besok dia negatif, sebab bisa jalan ke mana saja,” ujarnya.

Farchanny menambahkan, intinya pencegahan dengan protkes. Sampai saat ini, protkes terbukti meminimalisir penularan Covid-19.

”Pakai masker mutlak, mencuci tangan menggunakan air atau hand sanitizer mutlak, begitu juga dengan menghindari kerumunan. Ini adalah upaya yang dapat dilakukan masyarakat mencegah penularan Covid-19,” tuturnya.

Farchanny sangat khawatir dengan pola pikir yang berkembang di masyarakat. Turunnya Batam menjadi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level satu, bukan berarti protkes harus dikendorkan.

”Protkes tetap. Sejauh ini tidak ada aturan dari pemerintah yang melonggarkan protkes. Pelonggaran hanyalah terhadap mobilitas demi menghidupkan perekonomian,” kata Farchanny.

Sejak awal, sambungnya, pemerintah selalu mewanti-wanti akan penerapan protkes. Apabila protkes dikendorkan, masyarakat harus bersiap-siap menghadapi gelombang 3
Covid-19.

”Biasanya peningkatan kasus terjadi setiap musim liburan. Kejadian kemarin (gelombang
kedua) jangan terulang lagi. Sejak dini harus meningkatkan kewaspasaan dini. Jangan abai
akan protkes,” tuturnya.

Reporter: Fiska Juanda, Yulitavia

UPDATE