Selasa, 2 Juni 2026

Pusat Perbelanjaan Batam Diserbu Wisman

spot_img

Berita Terkait

Wisatawan mancanegara saat menikmati liburan di salah satu pusat perbelanjaan di Batam. Penguatan Dolar Singapura dan Ringgit Malaysia terhadap rupiah menjadi berkah tersendiri bagi Kota Batam. Kondisi ini mendorong lonjakan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia, sekaligus membuka peluang besar bagi pelaku usaha lokal di berbagai sektor. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Libur panjang akhir pekan dan menguatnya nilai tukar dolar Singapura serta ringgit Malaysia terhadap rupiah membawa berkah bagi pelaku usaha di Batam. Ribuan wisatawan mancanegara (wisman), khususnya dari Singapura dan Malaysia, memadati pusat-pusat perbelanjaan untuk berburu berbagai kebutuhan dan produk oleh-oleh.

Pantauan di sejumlah mal dan pusat perbelanjaan, Senin (1/6), menunjukkan aktivitas belanja yang lebih ramai dibandingkan hari biasa. Toko pakaian, sepatu, produk kecantikan, hingga gerai oleh-oleh khas Batam dipenuhi pengunjung asing yang memanfaatkan daya beli mereka yang meningkat akibat melemahnya rupiah.

Selain faktor kurs, berbagai promo dan potongan harga yang ditawarkan pelaku usaha turut menjadi magnet bagi wisatawan untuk berbelanja lebih banyak selama berada di Batam.

Etha, pedagang oleh-oleh di salah satu pusat perbelanjaan Batam mengaku penjualan meningkat signifikan selama libur panjang kali ini.

Baca Juga: Libur Panjang Dongkrak Kunjungan Wisman ke Batam

“Dalam beberapa hari terakhir pengunjung jauh lebih ramai. Banyak wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang membeli oleh-oleh dalam jumlah besar. Kondisi kurs yang menguntungkan membuat mereka lebih leluasa berbelanja,” ujarnya.

Untuk menarik minat pembeli, tokonya juga memberikan diskon antara 10 hingga 30 persen untuk berbagai produk unggulan. Program diskon cukup efektif.

“Wisatawan biasanya membeli lebih banyak ketika ada potongan harga. Produk makanan khas Batam menjadi salah satu yang paling banyak dicari,” katanya.

Tidak hanya gerai oleh-oleh, toko produk kesehatan dan kecantikan juga mengalami lonjakan kunjungan. Sejumlah wisatawan terlihat membawa kantong belanja berisi berbagai produk perawatan tubuh dan kosmetik yang dijual di Batam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan sektor belanja masih menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan mancanegara yang datang ke Batam.

Menurutnya, rata-rata pengeluaran wisman selama berkunjung ke Batam berkisar antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per orang. Angka tersebut memberikan kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi daerah, terutama bagi sektor perdagangan dan pariwisata.

“Belanja menjadi salah satu aktivitas favorit wisatawan ketika datang ke Batam. Karena itu kami terus mendorong pelaku usaha menghadirkan produk yang menarik, pelayanan yang baik, serta berbagai program promosi agar wisatawan semakin nyaman dan betah berkunjung,” ujarnya.

Baca Juga: Hari Pertama Pemulangan Haji Debarkasi Batam: Satu Meninggal di Tanah Suci, Dua Dirawat

Ardi menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan daya saing pariwisata Batam dengan memperkuat kenyamanan destinasi, kemudahan akses, serta mendukung pelaku usaha dalam mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

Menguatnya mata uang negara tetangga terhadap rupiah turut memberikan keuntungan bagi wisatawan asing. Per Senin (1/6), nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.933 per dolar Singapura dan sekitar Rp4.489 per ringgit Malaysia.

Kondisi tersebut membuat harga barang dan jasa di Batam menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan asal Singapura maupun Malaysia. Tak heran jika momentum libur panjang kali ini dimanfaatkan banyak wisman untuk berbelanja sekaligus berwisata di Batam. (*)

ReporterYashinta
spot_img

UPDATE

Play sound