
batampos – Yayasan Keluarga Batam (YKB) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menggelar vaksinasi untuk pelajar tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kecamatan Batuampar yang bertempat di Aula Sekolah Kartini Jodoh, Senin (27/12). Total peserta hadir yang terdaftar mencapai 838 peserta dan siap untuk divaksin dosis pertama Sinovac.
Didampingi langsung oleh Ketua Yayasan Keluarga Batam, Sri Soedarsono, Ketua Panitia Vaksinasi dan Kepala Sekolah SD Kartini II, Weti Suprapti, menyampaikan, ini merupakan kegiatan untuk mendorong program vaksinasi dari pemerintah bagi pelajar. Dan kali ini ialah dosis pertama untuk pelajar se-Kecamatan Batuampar. Setiap sekolah sangat antusias mengikuti dan membantu kebijakan program dari Pemerintah Kota Batam seperti Bulan Imuninasi Anak Sekolah (BIAS) dan vaksinasi.
”Tujuannya agar untuk mendukung persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Program ini tidak diwajibkan melainkan dianjurkan. Tetapi bagi anak-anak diperbolehkan untuk vaksin atau tidak melalui screening dari tim Dinkes. Sehabis divaksin, lalu didata agar mendapatkan sertifikat melalui PeduliLindungi yang memudahkan akses anak nantinya,” ujarnya.
BACA JUGA: Vaksinasi Kepri Capai 93,65 Persen, Kota Batam Tertinggi
Ia berharap ketika memasuki pembelajaran tatap muka di semester dua untuk seluruh siswa bisa kembali semangat seperti sedia kala. Dan meyakini bahwa program vaksin kepada pelajar ini sangat tepat sehingga menimbulkan percaya diri, sebab anak-anak sudah diberikan kekebalan dari vaksin.
”Kemudian kepada orangtua juga diharapkan tidak terlalu paranoid untuk memulai kembali pembelajaran tatap muka. Karena tenaga pengajar terkendala untuk memberikan karakter mandiri serta tanggung jawab, karena selama pandemi kemarin anak-anak sulit mengembangkan potensinya ketika belajar di rumah dibandingkan dengan yang didapat di bangku sekolah,” terangnya.
Total jatah dosis vaksin yang diberikan dari Dinkes Batam ada seribu dosis dan tetap dibuka bagi sekolah tingkat TK sampai SMP di Batuampar. ”Untuk jarak waktu dan jadwal vaksinasi kedua, pihak kami masih menunggu koordinasi dari Dinkes dan rencana ke depannya,” tutup Weti. (*)
Reporter: Azis Maulana



