batampos – Sebanyak 31 siswa SMPN 9 Batam yang dinyatakan reaktif saat ini menjalani isolasi mandiri. Hal ini dilakukan agar tidak kembali terjadi penularan Covid-19 di antar siswa sekolah.

“Kita nggak lanjutkan PCR. Langsung isolasi saja,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi, Rabu (16/2).
Menurutnya, PCR nantinya dilakukan bagi siswa yang memiliki gejala atau bergejala. Hal ini sejalan dengan petunjuk teknis pelaksanaan surveilans Pembelajaran Tatap Muka terbatas (PTM).
Dimana salah satu aturannya menyebutkan, kasus terkonfirmasi melakukan isolasi mandiri. Dilakukan pelacakan kontak erat di satuan pendidikan dan lingkungan tempat tinggal. Kontak erat melakukan karantina mandiri dan entry exit test dan PTM terbatas untuk siswa dan PTK yang satu kelas dan melakukan kegiatan bersama dengan kasus terkonfirmasi dihentikan sementara.
BACA JUGA: 31 Pelajar Reaktif Covid, SMP 9 di Sagulung Tetap Gelar Belajar Tetap Tatap Muka
“Langkah yabg dilakukan ialah PTM terbatas satuan pendidikan tersebut dihentikan sementara selama paling singkat 5×24 jam,” tambah Didi.
Terkait kontak erat di sekolah, lanjutnya, pihak puskesmas masih terus menjalankan tracing di SMP N 9 Batam tersebut. Tracing juga dilakukan di seluruh sekolah yang siswanya tercatat reaktif.
“Masih, nanti akan kita jadikan datanya ke masing-masing Kepala Puskesmas,” pungkasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra

