Jumat, 3 April 2026

Revitalisasi Masjid Raya Batam Butuh Dana Rp 210 Miliar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Masjid Raya atau Masjid Agung Batam Center. ( F Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.co.id – Revitalisasi Masjid Raya Batam membutuhkan anggaran mencapai Rp 210 miliar. Rencananya, revitalisasi dimulai pada tahun 2022 dengan mekanisme tahun jamak atau multiyears selama tiga tahun ke depan.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar mengatakan, revitalisasi Masjid Raya Batam merupakan lanjutan program tertunda yang bakal dilaksanakan tahun depan.

“Ya, tahun depan direncanakan sudah mulai dibangun. Pembangunan secara multiyears selama tiga tahun. Mulai dari tahun 2022 sampai tahun 2024 nanti,” kata Suhar, Kamis (25/11/2021).

Adapun di tahun pertama pembangunan anggaran yang dikucurkan yakni sebesar Rp 63 miliar. Lalu Rp 94 miliar di tahun 2023 dan Rp 53 miliar di tahun 2024 atau di akhir pembangunan. Anggaran ini bersumber dari APBD Kota Batam.

“Saat ini kita lagi persiapan untuk konsultan managemen kontruksi. Selanjutnya baru proses lelang. Sehingga di Mei tahun 2022 sudah mulai proses pembangunan,” tambah Suhar.

Ruang lingkup pekerjaan fisik di tahun 2022 ini meliputi pembongkaran plasa masjid dan akan digali untuk selanjutnya dijadikan baseman dua lantai. Lantai dasar nantinya akan dijadikan lokasi parkir kendaraan. Sementara baseman atas digunakan untuk toilet dan tempat wuduk.

“Jadi tahap awal yang berjenjang ini akan kita bongkar dan gali untuk dibuat baseman dua lantai,” ungkap Suhar.

Selanjutnya sayap masing-masing tiap sisi masjid akan ditambah. Dimana lokasi toilet dan tempat wuduk yang ada saat ini akan dijadikan ruang sholat dan ruang serbaguna dua lantai. Sehingga kapasitas ruang sholat pun menjadi semakin lebih luas dalam menampung jemaah.

“Revitalisasi ini bisa dibilang merombak habis masjid yang ada saat ini,” jelas Suhar.

Selanjutnya ada tambahan beberapa menara masjid. Namun tidak termasuk dengan menara utama. Selain itu di bagian atas baseman akan diberi batu granite sehingga bisa juga dipakai sebagai ruang sholat dalam kapasitas besar.

“Bedanya dengan masjid Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ada payung-payungnya. Kalau ini gak ada dan semuanya pakai granite,” bebernya.

Selain itu, revitalisasi Masjid Raya Batam juga mencangkup bagian atap masjid. Dimana semua ornamen atap akan diganti semua. Selanjutnya koridor yang saat ini rusak dan pecah-pecah akan diganti dengan koridor yang lebih besar.

“Kita juga mengusulkan ketika pembangunan mulai dilakukan, masjid ditutup sementara, karena akan bahaya juga pada saat revitalisasi dipakai buat ibadah,” terang Suhar.

Revitalisasi Masjid Raya Batam lanjutnya, sebenarnya program tahun lalu. Namun karena Pandemi Covid-19 menjadi tertunda dan baru bisa dilaksanakan tahun 2022 secara multiyears.

“Mudah-mudahan revitalisasi berjalan lancar dan masjid ini menjadi kebanggaan kita semua,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

UPDATE