Kamis, 23 April 2026

Saat Turis Menekan Biaya, Tingkat Hunian Hotel Mewah Mulai Berkurang

Berita Terkait

ILUSTRASI turis berbelanja di Batam. PHRI menyebut tingkat hunian hotel masih cukup stabil di awal tahun. Foto: chatgpt

batampos – Peta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam bergeser. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pelancong kini cenderung meninggalkan hotel berbintang tinggi dan beralih ke akomodasi kelas menengah dengan tarif lebih terjangkau.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Hasan, mencatat hotel bintang tiga justru menikmati tingkat hunian yang stabil, bahkan kerap penuh. Wisatawan asal Singapura menjadi kontributor utama lonjakan okupansi di segmen ini.

“Hotel dengan tarif di bawah Rp1 juta per malam paling diminati. Ini menunjukkan wisman semakin selektif dalam membelanjakan uangnya,” ujar Hasan, Rabu, (22/4).

Perubahan perilaku ini, menurut dia, tak lepas dari tekanan ekonomi global dan dinamika geopolitik yang belum mereda. Dalam situasi penuh ketidakpastian, wisatawan memilih menekan pengeluaran, termasuk dalam memilih tempat menginap.

Dampaknya, hotel bintang empat dan lima mulai merasakan penurunan tingkat hunian.

Kendati begitu, ceruk pasar untuk hotel kelas atas belum sepenuhnya tertutup. Segmen ini masih bertumpu pada kegiatan berskala internasional yang mendatangkan tamu-tamu penting dengan preferensi akomodasi premium.

“Kegiatan internasional biasanya menghadirkan tamu yang memilih hotel bintang empat dan lima. Ini yang harus terus didorong,” kata Hasan.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Kementerian Pariwisata kini didorong memperbanyak agenda internasional di Batam. Strategi ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan pergerakan seluruh segmen industri perhotelan, dari kelas menengah hingga premium.

Di sisi lain, pelaku usaha perhotelan juga menghadapi tekanan biaya operasional yang kian meningkat, mulai dari kenaikan harga bahan bakar hingga ongkos logistik.

Kondisi tersebut berpotensi menekan margin usaha dan berdampak pada keberlanjutan bisnis serta tenaga kerja di sektor pariwisata.

Hasan menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah guna menjaga daya tahan sektor pariwisata di tengah tekanan ekonomi.

“Sinergi kuat dibutuhkan agar sektor ini tetap tumbuh dan tidak kehilangan momentum,” ujarnya.(*)

ReporterAzis Maulana

UPDATE