Minggu, 26 April 2026

Warga Negara Belanda Ditemukan Meninggal di Sofa, Polisi Duga Karena Sakit

Berita Terkait

Lokasi penemuan mayat WN Belanda. f. istimewa

batampos – Warga Perumahan Kembang Sari, Batam Kota, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia di salah satu rumah sewa, Selasa (21/4) petang. Korban diketahui bernama Andreas (78), seorang warga negara Belanda yang selama ini tinggal seorang diri di kawasan tersebut.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas sofa ruang tamu rumah yang ditempatinya. Saat pertama kali ditemukan sekitar pukul 18.57 WIB, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut sehingga menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar.

Ketua RT 02 RW 04 Perumahan Kembang Sari, Doni, mengatakan penemuan mayat itu bermula dari kekhawatiran istri korban yang sedang berada di Jawa. Sang istri menghubungi warga setempat karena sudah beberapa hari tidak bisa mengontak suaminya.
“Awalnya istri korban telepon warga sini, minta tolong dicek ke rumah karena suaminya tidak bisa dihubungi. Hp-nya mati katanya,” ujar Doni.

Mendapat informasi tersebut, warga kemudian meminta bantuan petugas keamanan perumahan untuk mendatangi rumah korban. Namun saat tiba di depan rumah, mereka menemukan cairan menyerupai darah yang mengalir dari dalam rumah hingga ke dekat pintu masuk.
“Pas dicek, sudah terlihat darah itu dari luar pintu. Sekuriti langsung hubungi saya, lalu saya koordinasi dengan polisi,” kata Doni.

Tidak lama kemudian, personel Polsek Batam Kota bersama Tim Inafis Polresta Barelang tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab kematian korban sekaligus mengamankan sejumlah barang yang ada di dalam rumah.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga Andreas meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya sejumlah obat-obatan pribadi dan alat kesehatan di sekitar korban.
“Benar ada penemuan jenazah pria. Dari hasil pemeriksaan untuk kematian dikarenakan sakit,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, saat dikonfirmasi, Rabu (22/4).

Selain obat pereda nyeri, petugas juga menemukan obat yang biasa digunakan untuk gangguan jantung, alat pengukur tekanan darah, serta beberapa suplemen yang diduga rutin dikonsumsi korban. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit dan sedang menjalani pengobatan.

Sekitar pukul 21.47 WIB, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Meski dugaan awal mengarah pada faktor kesehatan, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian pria lanjut usia tersebut.(*)

UPDATE