Selasa, 23 Juni 2026

74 Siswa TSM SMKN 3 Batam Diuji dengan Standar Bengkel Resmi Honda

Berita Terkait

Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK 3 menggunakan standar industri yang diterapkan jaringan bengkel resmi Honda. f. Istimewa

batampos – Suara mesin sepeda motor bergantian memenuhi bengkel praktik SMK Negeri 3 Batam selama sepekan terakhir. Di ruang itu, sebanyak 74 siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) menjalani Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang tak hanya dinilai oleh sekolah, tetapi juga menggunakan standar industri yang diterapkan jaringan bengkel resmi Honda.

Ujian berlangsung pada 11–19 Juni 2026 dengan melibatkan PT Capella Dinamik Nusantara, main dealer Honda untuk wilayah Kepulauan Riau. Sejumlah teknisi dari perusahaan itu bertugas sebagai asesor eksternal yang menguji kemampuan siswa berdasarkan prosedur kerja yang berlaku di industri.

Pelibatan dunia usaha dalam UKK menjadi salah satu upaya mendekatkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja. Penilaian tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mengukur keterampilan teknis yang dibutuhkan ketika siswa memasuki dunia kerja.

Dalam pengujian tersebut, peserta diuji pada berbagai aspek perawatan dan perbaikan sepeda motor, mulai dari sistem mesin, kelistrikan dan wire harness transmisi otomatis atau continuously variable transmission (CVT), rangka dan suspensi, hingga kemampuan mendiagnosis kerusakan kendaraan.

Kepala Program Keahlian Teknik Sepeda Motor SMKN 3 Batam, Budi Hendrika, mengatakan kehadiran pihak industri memberi pengalaman berbeda bagi para siswa karena proses pengujian dilakukan menggunakan parameter yang sama dengan lingkungan kerja profesional.

Menurut dia, kerja sama sekolah dengan industri menjadi salah satu cara memastikan lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“UKK ini bukan sekadar ujian, tetapi menjadi jembatan bagi siswa untuk memasuki dunia kerja dengan standar industri Honda,” kata Budi, Selasa (23/6.)

Dari sisi industri, Technical Service Manager wilayah Kepulauan Riau, Johandi, menilai sinergi antara sekolah dan dunia usaha perlu terus diperkuat agar pendidikan vokasi mampu menghasilkan tenaga kerja yang siap menghadapi perkembangan teknologi otomotif.

Ia mengatakan keterlibatan Honda dalam UKK merupakan bagian dari dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan vokasi. Kehadiran asesor eksternal, menurut dia, juga bertujuan menjaga objektivitas proses penilaian sehingga kompetensi peserta dapat diukur sesuai standar yang diterapkan di bengkel resmi.

“Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan industri, kami ingin membantu menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memahami standar kerja yang diterapkan di dunia usaha dan dunia industri,” ujar Johandi.

Bagi para siswa, pelaksanaan UKK menjadi kesempatan untuk merasakan proses evaluasi sebagaimana yang berlaku di dunia kerja. Salah seorang peserta mengaku pengujian yang dilakukan langsung oleh tim Honda menjadi tantangan sekaligus pengalaman berharga sebelum lulus.

Ia berharap hasil ujian tersebut dapat menjadi modal untuk bekerja di industri otomotif maupun membuka usaha bengkel secara mandiri.

Kolaborasi antara SMKN 3 Batam dan PT Capella Dinamik Nusantara diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi.(*)

 

Reporterazis maulana

UPDATE