
batampos – Rencana Pemko Batam untuk melanjutkan pengerjaan proyek fisik terancam batal. Hal ini dikarenakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam yang belum menunjukkan hasil maksimal pada triwulan pertama 2022 ini.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, berdasarkan hasil laporan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam pada triwulan pertama ini, PAD Batam masih berada di angka 30 persen.
Menurutnya, capaian ini belum mampu mengakomodir kebutuhan anggaran untuk proyek infrastruktur yang akan dilaksanakan tahun ini. Sehingga, sejumlah proyek yang sudah direncanakan, diprediksi tidak bisa berjalan sesuai harapan.
”Nanti saya cek lagi, karena uang belum ada. Paling tidak nanti menunggu hingga triwulan kedua. Saya juga tidak mau terburu-buru, dan nanti malah berantakan,” kata Rudi usai menyerahkan bantuan kepada penyandang disabilitas di Engku Putri.
Rudi mengungkapkan, sejumlah proyek juga belum dilelang, karena ia tidak ingin Pemko Batam memiliki utang jika proyek berjalan namun APBD tidak tercapai.
Sejumlah proyek akan dikaji ulang, dan dilihat skala prioritas untuk didahulukan pengerjaannya tahun ini.
”Kalau bicara soal prioritas saya juga belum tahu. Kalau saya sebut sekarang, nanti masyarakat ada yang kecewa karena jalan mereka tidak jadi dilanjutkan tahun ini. Kalau nanti saya lelang dan uangnya tidak ada, saya juga tidak mau. Jadi tunggu dulu sampai pertengahan tahun ini,” bebernya.
Kondisi ekonomi Batam saat ini dinilai belum sepenuhnya pulih. Sumber pendapatan daerah yang diharapkan dari pariwisata, juga masih jalan di tempat.
Batam yang memang mengandalkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), nyatanya belum bisa mendapatkan manfaat dari minimnya kunjungan wisman pasca relaksasi kebijakan.
”Saya sudah lapor Pak Menteri dan minta tolong agar ada pembahasan antarnegara agar memudahkan untuk wisman masuk ke Batam. Karena, tes PCR (Polymerase Chain Reaction) di Singapura sangat mahal. Ini yang membuat angka kunjungan stagnan,” ungkapnya.
Sementara untuk proyek pembangunan di BP Batam, menurut politikus Nasdem ini, dinilai berjalan dengan baik. Sejumlah pengerjaan proyek masih terus berjalan, dan diharapkan bisa selesai akhir tahun ini.
”Seperti yang terlihat hari ini, semua masih bekerja. Kalau ada gangguan di jalan mohon dimaklumi saja. Sedangkan untuk yang di Pemko masih menunggu ada anggaran baru kami laksanakan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Batam, Yumasnur, mengatakan, pengerjaan proyek antara lain adalah membuka akses jalan dari Bengkong Harapan menuju Bengkong Seken.
Rencananya jalan ini akan dibuat dua jalur, dengan masing-masing tiga lajur kiri dan kanan. Kendati demikian, pengerjaan ini dilakukan bertahap dan tidak langsung selesai.
”Jadi akan ditata lagi dan dilebarkan,” ujarnya.
Mengenai kelanjutan proyek dua bundaran yaitu Simpang Tembesi dan Basecamp, Yumasnur menyebutkan pengerjaan juga akan dilanjutkan.
Salah satunya, pengaspalan dan penataan bundaran yang pengerjaannya di Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkimtan) Batam.
Adapun, jalan di kawasan itu yang akan dilebarkan menuju Simpang Basecamp bakal ditingkatkan menjadi empat lajur dari sebelumnya dua lajur.
Begitu juga dengan Simpang Tembesi, rencananya akan ditingkatkan menjadi lima lajur dan dilakukan pengaspalan.
”Nanti akan dibuat cantik, dan tentunya mempermudah arus lalu lintas di sana. Karena di sana cukup ramai kendaraan,” tambahnya.
Reporter: Yulitavia

