
batampos – Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang mulai memasuki tahap awal. Lahan seluas 18,5 hektare yang berada di bawah Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Badan Pengusaha (BP) Batam kini mulai dibersihkan sebagai lokasi pembangunan kawasan pendidikan yang digadang-gadang menjadi proyek percontohan nasional.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra meninjau lokasi pembangunan, pada Selasa (14/7). Menurut Amsakar, proses yang berjalan saat ini masih berupa pembersihan lahan sebelum memasuki tahap konstruksi.
”Ini merupakan program prioritas nasional yang terus kami kawal agar setiap tahapan berjalan sesuai rencana,” kata Amsakar melalui pernyataan resminya, Kamis (16/7) siang.
Sekolah tersebut dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan sistem berasrama dan seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah.
Fasilitas yang disiapkan disebut mencakup ruang belajar, asrama, sarana olahraga hingga fasilitas penunjang lainnya. Namun hingga kini, pemerintah belum menjelaskan secara rinci mekanisme penerimaan siswa.
Baca Juga: PGN Klaim Industri Batam Diuntungkan
Belum diketahui apakah sekolah tersebut akan menerapkan pola seperti Sekolah Rakyat di bawah Kementerian Sosial yang memprioritaskan anak dari keluarga miskin berdasarkan data Dinas Sosial, atau justru membuka kesempatan bagi seluruh pelajar yang memenuhi syarat akademik maupun prestasi.
Kejelasan mengenai sistem seleksi itu dinilai penting mengingat sekolah tersebut diproyeksikan menjadi salah satu model pendidikan unggulan di Batam. Amsakar hanya menyebut sekolah itu dibangun untuk memperluas akses pendidikan berkualitas tanpa dipungut biaya.
”Pemerintah ingin menghadirkan pendidikan yang berkualitas sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Menurut dia, perhatian pemerintah pusat terhadap proyek tersebut menunjukkan pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan percepatan pembangunan membutuhkan dukungan seluruh pihak agar dapat selesai sesuai target.
Ia berharap sekolah tersebut nantinya menjadi pusat pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul sekaligus menjadi model bagi pembangunan sekolah serupa di daerah lain.
Baca Juga: Jambret Viral di Nongsa Ternyata Residivis, Satu Pelaku Masih Buron
”Investasi terbaik adalah investasi pada sumber daya manusia. Karena itu pembangunan sekolah ini harus dikawal bersama,” kata Li.
Meski demikian, sejumlah aspek penting masih menunggu penjelasan pemerintah, mulai dari pola penerimaan siswa, jenjang pendidikan yang akan dibuka, kapasitas peserta didik, hingga skema pengelolaan sekolah setelah beroperasi.
Proyek ini diperkirakan menjadi salah satu kawasan pendidikan terbesar yang dibangun pemerintah di Batam dalam beberapa waktu terakhir. (*)

