Minggu, 19 April 2026

Selisih Harga Cuma Dua Rp 2000, Operasi Pasar Pemko Batam Kurang Diminati

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Warga memilih cabe dan sembako lainya di pasar murah. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Operasi pasar dari Disperindag Kota Batam di wilayah Batuaji dan Sagulung kurang diminati. Warga khususnya kaum ibu-ibu kecewa karena selisih harga kebutuhan pokok hanya Rp 2 ribu rupiah. Bahkan dibandingkan dengan pasar kaget, harga kebutuhan pokok di lokasi operasi pasar ini lebih mahal.

Di lokasi operasi pasar di lapangan Parkir Radar Cafe Perum Griya Prima, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, misalkan, ibu-ibu yang datang bisa dihitung dengan jari. Sebagian dari mereka bahkan harus pulang dengan kecewa karena harga barang di lokasi operasi pasar tak jauh beda dengan harga di supermarket ataupun pasar basah.

Minyak goreng Fortune misalnya Rp 41 ribu per liter, sementara di pasar atau supermarket berada diangka Rp Rp 42 ribu hingga Rp 43 ribu. Begitu juga dengan beras selisih harga cuman Rp 3 ribu per kilogram.

“Di pasar kaget malah lebih murah. Beras bumi ayu masih dapat Rp 62 ribu per karung (lima kilogram) di sini malah Rp 65 ribu per kilogram. Sudah begitu tak lengkap lagi barangnya. Telur ayam tak ada, gula juga kosong. Hanya dua tiga lapak saja yang buka,” kata Anita, warga Batuaji saat dijumpai di lokasi operasi pasar.

Situasi serupa juga terjadi di lokasi operasi pasar depan kawasan ruko ABC, Sagulung. Operasi pasar ini sepi peminat karena harganya tak jauh beda dengan harga di pasar.

“Pikirnya turun setengah harga karena namanya operasi pasar, rupanya selisih cuman Rp 2 ribu. Tak jadilah belanja. Mending di pasar kaget lebih murah dan lengkap,” kata Astuti, warga Sagulung.

Jhoni seorang pedagang sembako di lokasi operasi pasar mengatakan harga tersebut sudah sesuai dengan ketentuan dari Disperindag selaku pelaksana operasi pasar. Mereka sebagai pedagang tentu tak mau rugi menjual harga kebutuhan pokok dibawa harga beli dari grosir.

“Kita ini usaha sendiri, cuman ikut gabung ke lokasi operasi pasar. Ini saja sudah ambil untung dikit, bagaimana mau jual lebih murah lagi. Beda kalau pemerintah semua yang jual di sini bisalah turun setengah harga,” katanya.

Warga yang kecewa akhirnya pulang dengan tangan kosong. Mereka berharap agar kedepannya Pemko Batam mengadakan operasi pasar yang memang meringankan beban biaya belanjaan masyarakat. (*)

Reporter: EUSEBIUS SARA

UPDATE