Jumat, 1 Mei 2026

Tekan Stunting Sedini Mungkin, Mulai Dari Calon Pengantin

Berita Terkait

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad usai memimpin rapat rembug stunting sesi pertama, Senin (10/1). (F.Yulitavia)

batampos – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan pencegahan kasus stunting bisa dimulai sedini mungkin, salah satunya mulai dari edukasi calon pengantin (catin).

Sebagai upaya percepatan penurunan stunting di Wilayah Batam, Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BKKBN sudah membentuk Tim Pendamping Keluarga. Tim ini memiliki tugas untuk mendampingi keluarga mulai dari calon pengantin (catin) untuk pencegahan stunting.

“Batam masih ada stunting. Jadi ini yang harus ditekan, jadi sedini mungkin dicegah seperti pembekalan kepada catin, serta melakukan pendataan sedini mungkin kepada anak yang terkena stunting. Agar bisa ditanggulangi dengan cepat,” Amsakar Achmad usai memimpin rapat rembug stunting sesi pertama, Senin (10/1).

Melalui rembug stunting, Amsakar menuturkan amanah dari regulasi, salah satu dari 8 rencana aksi pencegahan stunting adalah rembug stunting. Melalui laporan dan kebutuhan pencegahan, maka disusun program untuk menanggulangi kasus stunting.

“Nanti akan disampaikan ke Musrenbang. Kegiatan ini bisa dititipkan di kegiatan yang ada di OPD teknis dan puskesmas. Tujuannya tetap menekan angka stunting setiap tahunnya,” jelasnya.

Ia menilai substansi rembug stunting ini melihat peta dari dekat seperti apa yang sudah dilakukan di Puskesmas. Berbagai faktor pendukung stunting seperti sanitasi, hunian, gizi dan termasuk tempat tinggal di rumah yang bermasalah perlu ditanggulangi.

“Kalau sanitasi kurang bagus nanti bisa di benahi di Perkim dan Dinkes. Jika rumah kurang layak, nanti ditingkatkan melalui bedah rumah yang ada di Disperkimtan. Jadi hal ini lah yang kami benahi, agar stunting ini bisa zero kasus,” terangnya.

Begitu juga dengan jaminan kesehatan mereka, akan di data untuk mendapatkan Jampersal dan Jamkesda sebagai upaya lainnya. Jika mereka masuk keluarga tidak mampu akan didaftarkan sebagai penerima bantuan dari pusat melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Amsakar melanjutkan saat ini Puskesmas dan Posyandu di Batam sudah memiliki data berapa jumlah balita yang terindikasi stunting. Rembug stunting ini akan dijadikan kompilasi, verifikasi dan validasi data.

Ia menambahkan pendataan saat ini sudah bersifat online. Sehingga orang yang melahirkan di Puskesmas, Bidan, Rumah Sakit dan Klinik bisa didata.

“Konsepnya ke depan adalah Batam menekan angka stunting dan kalau bisa zero kasus. Ini prsoalan bersama, kecakapan dan edukasi kepada catin, pasangan muda, serta keluarga kurang mampu harus diperkuat. Karena banyak pola asupan gizi yang salah menyebabkan anak stunting,” tutupnya. (*)

Reporter: YULITAVIA

UPDATE