
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menerima audiensi pengurus PMII Cabang Batam di Kantor BP Batam, Jumat (5/6/2026). Pertemuan membahas berbagai isu strategis pembangunan daerah, mulai dari air bersih, penanganan banjir, pengelolaan sampah, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.
batampos – BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, menerima audiensi pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Jumat (5/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait pembangunan Kota Batam, mulai dari pelayanan air bersih, pengelolaan sampah, penanganan banjir, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga pembangunan infrastruktur.
Dalam kesempatan itu, Ariastuty menegaskan bahwa BP Batam selalu membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pembangunan daerah.
“Diskusi bersama perwakilan mahasiswa ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi yang baik dalam mendukung progres pembangunan Batam,” ujar Tuty, sapaan akrab Ariastuty.
Ia mengapresiasi berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa dan menilai partisipasi aktif generasi muda menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Ariastuty, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai mitra pembangunan sekaligus agen perubahan yang dapat memberikan perspektif dan gagasan konstruktif bagi kemajuan daerah.
Dalam audiensi tersebut, BP Batam juga memaparkan sejumlah langkah yang tengah dilakukan untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan layanan publik.
Salah satunya adalah percepatan pembangunan jaringan distribusi air bersih di sejumlah wilayah yang selama ini mengalami tekanan air rendah atau masuk kategori stress area. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjawab keluhan masyarakat terkait distribusi air.
Selain itu, BP Batam terus melaksanakan program pengendalian banjir melalui perbaikan dan normalisasi drainase di sejumlah titik yang selama ini menjadi kawasan rawan genangan.
Ariastuty menjelaskan bahwa penanganan banjir membutuhkan proses yang bertahap serta dukungan seluruh pemangku kepentingan agar solusi yang dihasilkan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kami berharap diskusi ini juga dapat memperluas wawasan serta memperkuat peran mahasiswa sebagai mitra pembangunan,” katanya.
Melalui audiensi tersebut, BP Batam berharap komunikasi dan kolaborasi dengan kalangan mahasiswa dapat terus terjalin sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih partisipatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal.
Teks Foto
Teks Foto:

