
batampos – Kenaikan biaya tambahan bahan bakar minyak (fuel surcharge) tiket feri internasional mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku pariwisata Batam. Apalagi, sebelumnya Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) menyebut mulai terjadi penurunan jumlah wisatawan mancanegara akibat kenaikan biaya perjalanan tersebut.
Meski demikian, dampaknya belum terasa signifikan di sektor perhotelan.
Sekretaris PHRI Kepulauan Riau (Kepri) sekaligus General Manager Biz Hotel Batam, Teddy, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data dari berbagai hotel di Batam untuk memastikan ada tidaknya penurunan tingkat okupansi, khususnya dari wisatawan asing.
“Belum ada data dari hotel lain. Tapi dari hotel kami belum ada penurunan karena tamu kami individual,” ujarnya, Kamis (16/4).
BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id



