Jumat, 1 Mei 2026

Tumpukan Limbah Campuran di Sagulung Sudah Lama

Berita Terkait

Camat Sagulung, Hafiz Rozie, mengecek lokasi limbah campuran yang dibuang di hutan bakau di wilayah Sagulung. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Petugas Kecamatan Sagulung menindaklanjuti tumpukan limbah campuran yang menggunung di kawasan hutan bakau belakang perumahan Taman Anugerah, Kelurahan Tembesi, Sagulung. Petugas dari kecamatan memasang garis pembatas di lokasi tumpukan sampah agar siapa saja tak lagi membuang sampah atau limbah di sana.

“Kita juga sudah laporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar ditindaklanjuti. Ini akan segera ditangani karena memang mengancam ekosistem hutan bakau di sana,” ujar Camat Sagulung Hafiz Rozie, Selasa (8/2).

Dijelaskan Hafiz dari hasil pengecekan di lapangan memang tumpukan sampah dan limbah campuran ini sudah lama terjadi. Itu karena lokasi hutan bakau itu berada cukup jauh dari pemukiman warga sehingga memudahkan siapa saja buang sampah atau limbah ke sana.

Baca Juga: Hutan Bakau Sagulung jadi Tempat Pembuangan Limbah Campuran

Tindak lanjutnya sampah dan limbah ini akan diangkut dan pihak DLH akan menelusuri siapa atau perusahaan mana yang membuang sampah dan limbah tersebut ke sana.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kerusakan hutan bakau di wilayah Kecamatan Sagulung semakin meluas. Selain maraknya aktifitas reklamasi yang menimbun puluhan hektar hutan bakau, limbah campuran seperti sampah rumah tangga, sampah material bangunan dan sampah dari perusahaan juga mulai mengotori kawasan hutan bakau yang tersisa.

Inilah yang terjadi sepanjang alur sungai atau lokasi resapan air samping perumahan Taman Anugerah, Kelurahan Tembesi, Sagulung. Ratusan ton limbah campuran membukit di kawasan hutan bakau.

Limbah campuran ini juga meluber dalam hutan bakau. Ini dikeluhkan masyarakat sekitar sebab selain rusak ekosistem hutan bakau juga menyebabkan polusi udara. Setiap malam selalu ada aktifitas pembakaran di lokasi pembuangan sampah campuran tersebut.

“Sangat mengganggu. Setiap malam selalu ada asap (pembakaran) dari lokasi pembuangan limbah campuran itu. Entah siapa yang bakar tapi selalu terjadi setiap malam. Kami sering mantau ke sana cuman tak dapat pelakunya sampai sekarang,” ujar Ketua RW 15 Perumahan Taman Anugerah Suhendro, Senin (7/2).

Baca Juga: Puluhan Hektare Hutan Bakau di Batam Rusak

Dijelaskan Suhendro dan warga sekitarnya, tumpukan sampah ini sudah lama terjadi dan entah dari mana asalnya. Lokasi hutan bakau yang bisa diakses dari berbagai arah itu memudahkan siapa saja membuang sampah atau limbah ke sana.

“Kalau dilihat tumpukan ini pasti pakai truk orang yang buang sampah ini. Kita agak susah ngawasin karena ada akses lain ke lokasi itu,” katanya.

Tumpukan sampah campuran yang sudah menggunung dan meluber ke kawasan hutan bakau ini diharapakan segera ditindaklanjuti instansi pemerintah terkait. Warga juga berharap ada tindakan tegas kepada mereka yang membuang sampah ke lokasi hutan bakau tersebut.

“Inilah satu-satunya lokasi resapan air yang tersisa. Kalau rusak juga habislah wilayah sekitar ini. Banjir tak bisa bendung lagi,” kata Jhoni, warga lainnya. (*)

Reporter : Eusebius Sara

UPDATE