batampos.co.id – Universitas Internasional Batam (UIB) akhirnya kembali mengadakan sidang senat terbuka Wisuda angkatan XVI dan XVII jenjang Magister (S-2) dan Strata satu (S-1) yang tertunda akibat Covid-19. Acara wisuda dua angkatan ini meluluskan wisudawan sebanyak 1.518 orang, dengan lulusan 2020 sebanyak 749 orang dan lulusan 2021 sebanyak 769 orang.
Wisuda dilaksanakan Rabu (24/11) untuk lulusan 2020, dan Kamis (25/11) untuk lulusan 2021. Acara wisuda dilaksanakan secara luring dan daring di aula hotel Swiss-Belhotel Harbour Bay, Kota Batam. Turut hadir dalam acara ini adalah Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Wali kota Batam, Ketua LLDIKTI Wilayah X, serta Ketua YMTI Batam.

SUASANA prosesi wisuda wisudawan/wisudawati Universitas Internasional Batam (UIB) yang dihadiri orangtua dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di aula Hotel Swiss-Belhotel Harbour Bay, Kota Batam, Rabu (24/11/2021).
Rektor UIB, Dr Iskandar Itan, mengatakan, kegiatan wisuda adalah rangkaian yang harus dilakukan setiap tahun dimana tahun lalu kondisi kasus pandemi Covid-19 masih tinggi sehingga tidak bisa dilalukan, jadi saat ini dilakukan dua angkatan yang sebelumnya yang belum sempat wisuda.
Prosesi wisuda dilaksanakan secara singkat dan persesi, ada tiga sesi dalam satu hari karena pelaksanaan harus mengikuti protokol kesehatan. Untuk wisuda yang akan dilakukan secara daring menggunakan zoom, pelaksanaan akan dilakukan di hari ke-2 sesi 3.
”Meskipun akan dilakukan secara singkat, pelantikan wisudawan berprestasi dan terbaik tetap berjalan,” jelasnya.
Harapannya, kepada wisudawan agar bisa mengimplementasikan dan berkontribusi ke lapisan masyarakat supaya bisa memberi dampak yang positif.
Predikat wisudawan berprestasi diraih Bernard Hocking, S.T lulusan 2020, dan Roro Mega Cahyaning ‘Azmi Riyandani, S.M untuk lulusan 2021.
Wisudawan berprestasi lulusan 2020, Bernard Hocking, S.T, mengatakan bahwa semasa berkuliah dilakukan sambil bekerja. Pembagian waktu tentu sangat susah dikarenakan mempunyai waktu yang sangat minim untuk istirahat dari kegiatan bekerja.
”Kunci dalam pembagian waktu adalah untuk selalu mengingat istirahat dalam setiap waktu luang, dan se-lalu pergunakan waktu dengan tepat. Target saya setelah wisuda adalah untuk membangun karir dan melanjutkan pendidikan S2,” katanya.
Ia menambahkan, sistem pada UIB tentu banyak positifnya seperti ada dosen-dosen yang profesional yang berupa juga praktisi, kurikulum yang mendukung perkembangan mahasiswa dalam hal akademik maupun non-akademik dan entrepreneurship, beserta staf-staf kampus yang ramah dan senang membantu mahasiswanya.
”Dimana para dosen-dosen tersebut mengajarkan mahasiswa pengalaman mereka yang ada di lapangan, sehingga tidak hanya belajar secara teoritis, namun juga secara praktik. Fasilitas UIB cukup mendukung perkembangan setiap mahasiswa, dan UIB selalu mendukung kebutuhan fasilitas setiap mahasiswa,” ungkap peraih Third Runner-Up dari lomba NUDC 2017 tingkat Kopertis Wilayah X.
Kemudian, wisudawan terbaik sosial lulusan 2020, Wilhelmina, menyampaikan kiat agar mendapatkan nilai terbaik dengan membuat catatan poin penting saat mendapatkan materi, mengulas materi yang sudah diajarkan dan meluangkan waktu untuk mencari dan mempelajari materi tambahan yang relevan.
”Susah untuk menentukan apa mata kuliah terbaik, namun semua mata kuliah mendapatkan hasil yang cukup memuaskan
Targetnya setelah wisuda dapat mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari selama kuliah di dunia kerja,” ungkap lulusan terbaik program sarjana sosial.
Semua pihak yang terlibat dalam prosesi pelaksanaan wisuda dua angkatan ini harus mematuhi protokol kesehatan. Ketentuan ini dilaksanakan agar tidak terjadi klaster baru penyebaran Covid-19.
Oleh karena itu, salah satu hal untuk memudahkan mengikuti kegiatan adalah acara wisuda ini akan disiarkan secara live melalui kanal Youtube UIB yakni UIB – Channel, agar semua yang berkepentingan dan masyarakat umum bisa menyaksikan secara langsung. (*)
Reporter : Azis Maulana

