batampos – Visa on Arrival (VoA) akan diberikan kepada warga negara asing yang bermukim di Singapura. Hal ini menjadi salah satu poin keputusan dalam rapat yang digelar oleh Kementerian Perekonomian, Dinas Pariwisata Kepri, dan berbagai lembaga lainnya.
”Alhamdulillah, surat pak Gubernur sudah dijawab dan diterima. Surat pak Gubernur terkait VoA akan diwujudkan dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan saat rapat bersama Kemenko Perekonomian,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, Kamis (17/3).
VoA ini berlaku untuk WNA yang berada di Singapura seperti ekspatriat atau yang memiliki permanent resident.
Hanya saja saat ditanya dari negara mana saja, Buralimar mengaku belum mengetahui detailnya. ”Imigrasi lebih tahu terkait negara mana saja yang akan dapat VoA,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pemberian VoA ini sebuah kemajuan lagi di dunia pariwisata. Sebab, VoA ini diyakini dapat meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) datang ke Batam.

Mega Mall Batam Center, Jumat (5/2).
(ist)
Buralimar mengaku sudah ada beberapa WN yang bukan warga Singapura, berminat datang ke Batam atau Bintan. Tapi, akibat belum ada kebijakan VoA, sehingga mereka mengurungkan niatnya. ”Surat dari Gubernur itu diterima semua. Kami bersyukur,” tuturnya.
Ia berharap semakin banyak relaksasi aturan bagi para pelaku pariwisata. Sehingga, dapat meningkatkan kunjungan wisman.
”Kami tidak hanya berharap wisman, tapi juga wisnus. Berbagai aturan perjalanan baik dalam negeri dan luar negeri sudah dipermudah, semoga memberikan dampak yang baik terhadap pariwisata,” tuturnya.
Sementara itu, jika merujuk pada Bali, sebanyak 23 negara mendapat fasilitas VoA, yakni; Australia, Amerika Serikat, Belanda, Brunei Darussalam, Filipina, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Myanmar, Prancis, Qatar, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Turki, Uni Emirat Arab, dan Vietnam.
Singapura sendiri untuk masuk ke Indonesia, khususnya Kepri, selama ini bebas visa. Begitu pun Malaysia dan beberapa negara lainnya.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, telah menyampaikan permohonan kepada Presiden Joko Widodo supaya membuka seluruh wilayah di Kepri untuk wisman. Hal ini, disampaikan Ansar Ahmad dalam acara VTL Sea Nongsa Sensation Batam Indonesia Farewell Dinner di Batam View Beach Resort, Rabu (16/3) malam.
”Kebijakan pariwisata di Kepri, disamakan dengan kebijakan diberlakukan di Pulau Bali. Presiden berjanji segera meluluskan permintaan itu,” kata Ansar.
Ansar mengatakan bahwa kebijakan VTL di Singapura, bisa memberikan keuntungan bagi pariwisata Kepri. Sebab, wisman bisa berlibur ke Kepri, dan kembali ke Singapura melalui skema VTL.
”Kenapa kemudian Kepri tidak mengambil kebijakan seperti itu juga, yang membebaskan pelancong berkunjung ke semua wilayah, tapi dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.
Ansar mengatakan, salah satu cara membangkitkan pariwisata Kepri adalah membuka wilayah Kepri, tanpa ada aturan yang memberatkan para wisman atau wisnus.
”Paling tidak, dibuka di empat kabupaten dan kota di Kepri, Batam, Bintan, Karimun dan Anambas,” sebutnya.
Ia menyatakan bahwa kasus Covid-19 di Kepri semakin turun dari hari ke hari. Per tanggal 14 Maret 2022 kasus konfirmasi positif hanya 70 orang, dengan tingkat kesembuhan lebih dari 100 orang.
”Trennya kasus Covid-19 mengalami penurunan, sehingga bisa dibilang Kepri ini aman dikunjungi wisatawan,” ungkapnya.
Hal ini dibuktikan, sejak pemberlakuan travel bubble hingga berganti dengan kebijakan di SE 13 tahun 2021, tidak ada satupun wisman terpapar Covid-19 sepulang dari Batam atau Bintan. (*)
Reporter: FISKA JUANDA Editor : RYAN AGUNG

