batampos – Sebanyak 52 golfer dari Singapura datang ke Nongsa, Minggu (13/3). Kedatangan mereka dalam rangka mengikuti event golf yang digelar Nongsa Sensation.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, kunjungan para golfer ini, menjadi langkah yang baik. Sebab, di Singapura banyak yang menyukai olahraga golf.
”Para golfer yang datang, pastinya akan memberitahu pencinta golf terkait situasi di Batam. Mereka sekitar 5 hari di sini,” kata Buralimar, Minggu (13/3/2022).
Ketua Nongsa Sensation, Andy Fong, menambahkan, berbagai event yang akan digelar di Batam, 60 di antaranya adalah event golf.

”Event ini sebuah inisiatif, untuk memancing para golfer datang ke Batam. ”Ini percobaan, kami kasih kabar bahwa Batam sudah bisa golf, masuknya gampang,” ujar Andy, kemarin.
Para golfer yang datang, kata Andy, adalah orang-orang berpengaruh dalam dunia golf di Singapura. ”Mereka yang datang itu; golfer reguler, influencer, academy, club serta dari organize,” sebutnya.
Andy berharap kegiatan seperti ini diminati para wisman. Sehingga, ke depan para golfer yang ada di Singapura, terus berdatangan ke Batam.
”Mereka golf, menginap di resort atau hotel. Ini adalah hal yang bagus,” ujarnya.
Rombongan golfer tersebut disambut Pemerintah Provinsi Kepri dan Nongsa Sensation. Acara penyambutan ini dibuat dengan tema Friendship Under The Stars.
”Kami akan terus mendorong resort, hotel, atau EO membuat kegiatan-kegiatan menarik wisman datang ke Batam atau Bintan,” kata Buralimar.
Sementara itu, Nongsa Resort Group Director, Gerald Hendrick, menambahkan, para golfer nantinya akan bermain di Tamarin, Palm Spring, dan Tering Bay. Sebagian besar dari mereka, akan menginap di Turi Beach dan NPM.
”Kami bersyukur SE No 13 (Surat Edaran Satgas Covid-19 Indonesia) memberikan dampak positif,” ujar Gerald.
Gerald mengatakan, hingga akhir bulan ini, 100 kamar di Turi Beach dan NPM sudah dipesan.
”Alasan ramainya, karena Singapura sedang libur sekolah. Sehingga banyak yang memesan kamar, untuk berlibur beberapa hari di Batam.”
Promo-promo tidak hanya diberikan bagi wisman, tapi juga bagi wisatawan Nusantara (wisnus). NPM menawarkan harga kamar mulai dari Rp 800 ribu, menginap di kamar deluxe dengan pemandangan yang indah.
Selain itu, wisnus juga mendapatkan gratis sarapan pagi dan malam untuk dua orang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, menyampaikan bahwa Pemprov Kepri sedang mendorong penerapan VTL berlaku di seluruh pelabuhan internasional yang ada di Batam dan Bintan. Tidak hanya itu, Karimun pun didorong mendapatkan fasilitas yang sama.
”Gubernur (Ansar Ahmad) telah mengusulkan VoA (Visa on Arrival) bagi warga negara non Singapura,” kata Buralimar.
Gubernur Kepri juga sedang mendorong perubahan aturan saat wisman kembali ke Singapura. Buralimar mengatakan bahwa dengan antigen saja sudah cukup, tidak perlu lagi menggunakan PCR. ”Sebab sejauh ini berlangsung aman dan lancar. Asalkan selalu menggunakan masker,” ujarnya.
Ia berharap ada perubahan aturan lainnya, sehingga dapat memudahkan dan membuat para wisman nyaman datang ke Batam dan Bintan.
”Kami juga ingin jangan hanya Batam dan Bintan, tapi seluruh Kepri. Tapi perlu diperhatikan kebijakan VTL ini sepenuhnya dari Pemerintah Singapura, kami menghormati apapun kebijakan dari sana ke depannya nanti,” katanya.
Lalu Lintas Orang di Pelabuhan Nongsa Didominasi WNI
Sementara itu, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam mencatat ada 448 orang masuk dan keluar melalui Pelabuhan Nongsa. Dengan rincian kedatangan 302 orang dan keberangkatan sebanyak 146 orang.
”Jumlah itu dari yang tercatat mulai dari 10 Maret sampai 13 Maret,” kata Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Tessa Harumdilla, kemarin.
Ia menjelaskan, dari 448 orang yang berangkat dan datang itu, masih didominasi WNI. Dimana, kedatangan WNI selama empat hari tercatat sebanyak 231 orang dari 302 orang dan berangkat sebanyak 74 orang dari 146 orang.
Sementara, untuk kedatangan WNA masih didominasi wisman Singapura yang datang sebanyak 45 orang. Kemudian untuk yang berangkat sebanyak 71 orang.
”Untuk warga Singapura paling banyak berangkat hari Minggu kemarin sebanyak 53 orang,” katanya.
Selain warga Singapura, ada beberapa WNA lain yang masuk melalui Pelabuhan Nongsa. Ia merinci bahwa WNA asal Tiongkok, Kanada, Jepang, Myanmar, Belanda Australia, Irlandia, Amerika, Bangladesh, masing-masing 1 orang. Kemudian, WNA India sebanyak 10 orang, Malaysia 5 orang dan Finlandia 2 orang.
Sementara untuk keberangkatan, selain 74 warga Indonesia dan 71 Singapura, satu orang lainnya merupakan warga Australia. Sehingga untuk keberangkatan seluruhnya sebanyak 146 orang.
”Jadi totalnya semua ada 448 orang yang berangkat dan datang,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberi arahan agar kebijakan visa kunjungan saat kedatangan (Visa on Arrival atau VoA) juga diterapkan di Batam. Hal itu dilakukan dalam rangka mendongkrak jumlah wisatawan untuk datang ke Batam.
Namun, hingga saat ini Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) belum menerbitkan aturan pembukaan VoA untuk pariwisata di Batam.
”Untuk Visa on Arrival di Batam belum ada aturannya. Kami belum dapat SE dari Ditjen Imigrasi,” ujar Tessa. (*)

