Rabu, 10 Agustus 2022

Warga Batam Kecewa, Penyaluran Minyak Goreng Murah Tak Merata

Berita Terkait

spot_img
minyak goreng murah
Warga mengantre membeli minyak goreng seharga Rp 14 ribu per liter di pasar TPI D 2, Dreamland Marina,
Tanjungriau, Sekupang. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Pemko Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menggelar operasi pasar penjualan minyak goreng murah di Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) 2 Batam di Marina, Kelurahan Tanjungriau, Sekupang, Rabu (12/1/2022).

Operasi pasar ini sangat diminati warga sebab minyak goreng dijual seharga Rp 14 ribu per liter. Harga ini lebih murah sekitar Rp 4-5 ribu dari harga jual minyak goreng di pasar ataupun supermarket.

Sayangnya, operasi pasar tersebut saat ini hanya digelar di Pasar TPID 2 di Sekupang dan Pasar TPID 3 di Mangsang, Seibeduk. Sedangkan warga yang berada di luar dua kecamatan itu banyak yang mengaku kecewa.

Pasalnya, akses mereka untuk membeli minyak goreng murah itu pupus lantaran jarak yang terlampau jauh. Jika dipaksakan membeli ke dua lokasi tersebut, ongkos yang dikeluarkan tak sebanding dengan selisih harga minyak goreng di pasaran.

”Saya warga Nongsa, mau beli ke Pasar TPID itu sangat jauh sekali, bawa kendaraan ke sana ongkos BBM (bahan bakar minyak) kendaraan jauh lebih mahal ketimbang selisih harga yang berkisar Rp 4 ribu itu,” kata Indrawati.

Menurutnya, meskipun ada minyak goreng murah, namun jika distribusi tak merata, sama saja tak memberi efek luas bagi masyarakat. Karena itu, ia berharap penjualan minyak goreng murah juga dilakukan di tiap kecamatan.

”Kalau misalnya harus membuka lapak itu ribet, ya pakai mobil saja. Nanti berhenti di titik mana, yang penting sudah diinformasikan ke masyarakat,” usulnya.

Hal senada disampaikan Hotijah, warga Batuampar. Ia mengaku kecewa setelah mengetahui penjualan minyak goreng murah hanya ada di Pasar TPID 2 dan 3 yang notabene jauh dari tempat tinggalnya.

”Itu namanya tak merata penyaluran ke masyarakat. Padahal, banyak masyarakat yang menantikan minyak goreng murah ini, tapi kalau distribusinya kayak gini ya percuma,” kesal ibu satu orang anak tersebut.

Reporter: Yashinta

spot_img
spot_img
spot_img

Update