Jumat, 5 Juni 2026

WNA Lansia Asal Singapura Ditemukan Meninggal di Apartemen Pollux Habibie

Berita Terkait

Ilustrasi. Foto: JawaPos.com

batampos – Seorang warga negara asing (WNA) asal Singapura berusia lanjut ditemukan meninggal dunia di salah satu unit apartemen kawasan Pollux Habibie, Batam Kota. Penemuan jasad pria lansia tersebut sempat menggegerkan penghuni apartemen dan warga sekitar setelah sejumlah personel kepolisian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Peristiwa itu pertama kali diketahui setelah pihak pengelola apartemen menerima informasi bahwa korban sudah cukup lama tidak dapat dihubungi. Karena kondisi tersebut dinilai tidak biasa, pihak pengelola kemudian berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan pengecekan ke unit tempat korban tinggal.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Batam Kota bersama tim identifikasi segera mendatangi lokasi. Saat dilakukan pemeriksaan di dalam apartemen, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Polisi kemudian memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selain melakukan pemeriksaan di lokasi, petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar apartemen. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Rahmat Susanto, membenarkan adanya penemuan seorang WNA asal Singapura yang meninggal dunia di kawasan tersebut. Menurutnya, korban merupakan seorang lansia dan sejauh ini tidak ditemukan indikasi adanya tindak pidana.
“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun petunjuk yang mengarah pada tindak pidana. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena faktor kesehatan atau penyakit yang dideritanya,” ujar Iptu Rahmat.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian. Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi serta perwakilan negara asal korban terkait proses administrasi yang diperlukan.

Iptu Rahmat menambahkan bahwa pihak keluarga korban telah berada di Batam dan saat ini turut berkoordinasi dengan kepolisian dalam proses penanganan serta pengurusan jenazah. Meski dugaan sementara mengarah pada kematian akibat sakit, penyidik tetap melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta terkait peristiwa tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi pemeriksaan medis.(*)

UPDATE