
batampos – Sebanyak 11 bangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kota Batam telah rampung 100 persen. Namun, meski fisik bangunan sudah selesai dibangun, pengoperasian penuh koperasi tersebut masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait jenis usaha serta pengisian sarana dan prasarana.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam, Salim, mengatakan pembangunan Kopdes Merah Putih terus dikebut di berbagai wilayah sebagai bagian dari program nasional penguatan ekonomi masyarakat berbasis koperasi.
“Untuk yang sudah selesai 100 persen ada 11 lokasi. Beberapa lainnya sudah mencapai progres sekitar 80 persen, sedangkan sisanya masih dalam tahap pembangunan dan penyiapan lahan,” ujar Salim, Rabu (17/6).
Baca Juga: Daya Tampung Sekolah Terlampaui, Orang Tua Diminta Siap dengan Sistem Pemerataan
Dari total 64 lokasi yang direncanakan, sebanyak 42 lokasi saat ini masuk dalam daftar pembangunan yang dikoordinasikan bersama Kodim 0316/Batam.
Sebelas bangunan yang telah selesai berada di Kelurahan Tembesi, Sambau, Batu Besar, Sungai Langkai, Sungai Pelunggut, Mangsang, Tiban Indah, Duriangkang, Sungai Harapan, Sungai Lekop, dan Patam Lestari.
Sementara itu, tiga lokasi lainnya yakni Kelurahan Bukit Tempayan, Sungai Binti, dan Tanjung Piayu telah mencapai progres pembangunan sekitar 80 persen.
Meski bangunan mulai berdiri, Salim menegaskan pemerintah daerah belum dapat menentukan secara penuh aktivitas usaha yang akan dijalankan koperasi tersebut.
“Kami masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait sarana-prasarana dan bentuk usaha koperasi yang akan dijalankan. Jadi untuk pengisian gerai dan aktivitas usaha masih menunggu petunjuk lebih lanjut,” katanya.
Baca Juga: Mahasiswa dan Pemuda Desak DPRD Batam Awasi Harga Pangan, Program MBG, dan Koperasi Desa
Menurut dia, setiap Kopdes Merah Putih nantinya tidak akan memiliki model usaha yang seragam. Jenis usaha akan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat di masing-masing wilayah.
“Rata-rata akan ada gerai kebutuhan pokok. Namun ada juga yang menjual LPG, bahkan beberapa direncanakan menyediakan obat-obatan sesuai kebutuhan masyarakat setempat,” jelasnya.
Salim mencontohkan Kopdes Merah Putih di Kelurahan Sagulung Kota yang sudah mulai beroperasi meskipun pembangunan gedungnya belum sepenuhnya selesai. Koperasi tersebut telah melayani penjualan kebutuhan pokok, LPG, hingga obat-obatan.
“Di Sagulung Kota koperasinya sudah berjalan. Ini menjadi gambaran bahwa koperasi bisa langsung memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat meski pembangunan fisiknya masih berlangsung,” ujarnya.
Selain pembangunan gedung, tantangan lain yang masih dihadapi adalah penyelesaian status lahan di sejumlah lokasi. Dari 22 lokasi yang masih dalam tahap persiapan, lahan yang digunakan berasal dari aset Pemerintah Kota Batam, hibah masyarakat, hingga lahan milik BP Batam.
“Mayoritas menggunakan lahan Pemko Batam, ada juga hibah dari masyarakat dan sebagian milik BP Batam. Beberapa lokasi masih menyelesaikan administrasi lahannya,” kata Salim.
Pemko Batam berharap seluruh pembangunan Kopdes Merah Putih dapat segera tuntas sehingga koperasi tersebut tidak hanya menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. (*)

