Kamis, 18 Juni 2026

Daya Tampung Sekolah Terlampaui, Orang Tua Diminta Siap dengan Sistem Pemerataan

Berita Terkait

Panitia SPMB SMKN 7 Batam saat melakukan verifikasi pendaftaran SPMB tingkat SMK di Posko SMAN 3 Batam, beberapa waktu lalu. F Cecep Mulya a/Batam Pos

batampos – Persaingan masuk sekolah negeri di Kota Batam pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung sangat ketat. Hingga penutupan pendaftaran pada 14 Juni lalu, jumlah pendaftar SMA dan SMK negeri telah jauh melampaui daya tampung yang tersedia.

Data pada laman resmi SPMB Kepulauan Riau mencatat sebanyak 15.104 calon murid mendaftar ke jenjang SMA yang tersebar di 102 sekolah negeri se-Kepri. Sementara pada jenjang SMK, jumlah pendaftar mencapai 16.443 orang untuk memperebutkan kursi di 41 sekolah negeri.

Saat ini proses penerimaan memasuki tahap verifikasi dan validasi berkas yang berlangsung mulai 16 hingga 25 Juni 2026. Setelah seluruh dokumen diperiksa, hasil seleksi akan diumumkan secara serentak pada 29 Juni 2026 sesuai petunjuk teknis (juknis) SPMB yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Khusus di Kota Batam, daya tampung SMA negeri tahun ini mencapai 9.388 siswa yang tersebar pada 29 SMA negeri. Sedangkan untuk SMK negeri, tersedia kuota sebanyak 8.840 siswa di 14 sekolah negeri. Jumlah tersebut merupakan alokasi daya tampung terbesar di Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Wilayah Batam, Kasdianto, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan minat masyarakat terhadap sekolah negeri di Batam masih sangat tinggi. Kondisi tersebut terutama terjadi pada sejumlah sekolah favorit yang selalu menjadi tujuan utama peserta didik baru.

“Persentasenya memang lebih tinggi di Batam. Persoalan yang masih ada adalah keinginan masyarakat masuk ke sekolah tertentu, seperti SMKN 1, SMKN 5 atau SMA Negeri 1. Padahal masih ada pilihan sekolah lain yang terdekat,” kata Kasdianto.

Menurutnya, sistem SPMB telah dirancang untuk mendorong pemerataan distribusi peserta didik ke seluruh sekolah negeri yang tersedia. Karena itu, calon murid yang tidak tertampung di sekolah tujuan utama berpotensi diarahkan ke sekolah lain yang masih memiliki kuota.

“Ini yang nanti akan diatur sistem untuk pemerataan. Kita berharap peserta maupun orang tua dapat menerima apabila nantinya ditempatkan di sekolah lain yang masih memiliki kuota,” ujarnya.

Kasdianto mengakui secara umum jumlah pendaftar SMA maupun SMK negeri di Batam telah jauh melampaui rencana daya tampung yang tersedia. Bahkan kelebihan pendaftar diperkirakan mencapai lebih dari 50 persen dibandingkan kapasitas sekolah negeri yang ada saat ini.

Terkait kemungkinan penambahan kuota daya tampung, Kasdianto menyebut hingga kini belum ada pembahasan khusus. Menurutnya, jumlah rombongan belajar dan daya tampung yang tercantum dalam rencana daya tampung (RDT) telah terdaftar pada sistem Kementerian Pendidikan dan menjadi dasar pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Kalau ditambah nanti bisa bermasalah dengan Dapodik karena RDT yang ada saat ini sudah terdaftar di kementerian. Jadi sampai sekarang belum ada pembahasan mengenai penambahan kuota,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, hasil verifikasi yang tengah berlangsung menjadi penentu utama sebelum pengumuman akhir SPMB pada 29 Juni mendatang. Masyarakat pun diimbau memantau perkembangan melalui laman resmi SPMB Kepri dan menyiapkan diri terhadap kemungkinan penempatan di sekolah yang masih memiliki daya tampung.(*)

UPDATE