Rabu, 29 April 2026

2022, Tiap Kelurahan Dapat Rp 2,5 Miliar untuk PSPK

Berita Terkait

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Socrates/batampos.co.id

batampos- Pemerintah Kota Batam kembali melanjutkan program program Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK) atau yang sekarang berganti nama menjadi Pembangunan Sarana Prasarana Kelurahan (PSPK). Satu kelurahan mendapatkan dana pembangunan Rp 2.4 hingga Rp 2.5 miliar. Anggaran tersebut digunakan peningkatan infrastruktur berupa drainase, batu miring, jalan permukiman, dermaga, posyandu, fasilitas fasum dan lainnya.

BACA JUGA: Kelurahan Sei Binti Masih Butuh Jalan dan Drainase

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan besar anggaran ini tergantung dari anggaran yang tersedia. Selama ini setiap tahun anggaran selalu mengalami peningkatan, yang sejalan dengan massifnya pembangunan dan pembenahan infrastruktur di kelurahan.

Ia menargetkan, jika pendapatan asli daerah (PAD) mengalami kenaikan, maka dana kelurahan ini akan ditingkatkan menjadi Rp 4 miliar untuk masing-masing kelurahan. “Tahun 2022 kalau saya tak salah Rp 2,4 miliar hingga Rp 2,5 miliar (rata-rata per kelurahan). Tahun depan 223, kita usahakann Rp 3 miliar. Sementara tahun 2024 sekitar Rp 3,5 hingga Rp 4 miliar,” jelas Rudi.

Rudi mengaku belum semua usulan bisa diakomodir, hal ini melihat ketersediaan anggaran. Untuk itu perlu kebijakan yang menerapkan skala prioritas.

“Pembangunan yang kita lakukan hari ini untuk masyarakat. Batam ini tak punya hasil bumi, namun mengandalkan jasa. Maka kita siapkan semua ini,” ujarnya.

Rudi mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke aliran air. Hal ini menjadi penyebab terjadinya banjir. Selama meninjau lokasi banjir, banyak sampah yang ditemukan di aliran air.

“Ini yang masih susah dibina. Nanti kalau sudah banjir ribut. Tidak mungkin saya perintahkan pegawai saya untuk membenahi ini. Kerja yang lain masih banyak. Cukup butuh kepedulian warga saja, agar aliran air bebas dari sampah,” bebernya.

Lurah Seibinti, Jamil mengungkapkan Seibinti mengusulkan sebanyak 40 kegiatan yang telah disusun saat kegiatan pramusrenbang, 12 Januari 2022 lalu. “Infrastruktur yang masih dibutuhkan di Seibinti ini dranase dan jalan,” ucap Jamil. (*)

Reporter : YULITAVIA

UPDATE