Jumat, 19 Juni 2026

3 Fakta Menarik Soal Keuangan BP Batam di 2026

Berita Terkait

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

batampos– Kinerja keuangan BP Batam pada 2026 menunjukkan tren yang semakin kuat. Pendapatan meningkat, belanja pembangunan bertumbuh, dan untuk tahun 2027 lembaga ini diproyeksikan mampu membiayai seluruh programnya dari pendapatan sendiri.

Berikut tiga fakta menarik mengenai keuangan BP Batam yang patut diketahui:

1. PNBP Hampir Menyentuh Rp900 Miliar

Hingga pertengahan 2026, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BP Batam telah mencapai Rp899,23 miliar atau 36,73 persen dari target tahunan.

Angka tersebut tumbuh 19,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini menjadi sinyal bahwa aktivitas investasi dan ekonomi di Batam masih tumbuh positif.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan kenaikan PNBP mencerminkan semakin tingginya kepercayaan investor terhadap Batam sebagai tujuan investasi.

2. Belanja Tumbuh Hampir 20 Persen, Tanda Pembangunan Dipercepat

Tak hanya penerimaan yang meningkat, BP Batam juga mempercepat belanja untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

Realisasi belanja hingga saat ini mencapai Rp546,75 miliar, atau tumbuh 19,64 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Menurut Amsakar, peningkatan realisasi belanja menunjukkan bahwa berbagai program pembangunan mulai berjalan lebih cepat sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap Batam semakin tinggi dan kinerja keuangan BP Batam semakin baik dan optimal,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

3. Tahun 2027, BP Batam Ditopang Sepenuhnya oleh PNBP

Fakta menarik lainnya, BP Batam memperoleh pagu indikatif tahun 2027 sebesar Rp2,437 triliun. Seluruh anggaran tersebut berasal dari skema PNBP.

Artinya, BP Batam semakin mandiri dalam membiayai operasional dan pembangunan tanpa bergantung pada alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

Dana tersebut akan dibagi ke dua program utama, yakni Program Dukungan Manajemen sebesar Rp1,094 triliun dan Program Pengembangan Kawasan Strategis sebesar Rp1,343 triliun.

Ke depan, BP Batam juga berencana mengalihkan sebagian anggaran operasional untuk memperbesar porsi pembangunan infrastruktur, seperti pengembangan air bersih, drainase, jalan, hingga pengelolaan lingkungan, guna memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan investasi. (*)

UPDATE