
batampos – Sebanyak 30 ribu warga Batam terdata belum mendapatkan vaksin dosis kedua. Hal ini membuat mereka wajib menjalani vaksinasi ulang, sesuai dengankebijakan dari pemerintah.
”Totalnya kurang lebih 30 ribuan orang harus divaksin ulang. Namanya, vaksin drop out. Karena mereka sudah melewati masa 6 bulan dari vaksin pertama,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi.
Didi menjelaskan, vaksin drop out terjadi ketika masyarakat belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua terhitung lebih dari 6 bulan sejak dosis pertama.
Dengan kebijakan terbaru dari Presiden bahwa vaksin booster menjadi syarat untuk mudik, maka masyarakat akan menjalani vaksinasi ulang terlebih dahulu, terutama bagi mereka yang tak vaksin lagi usai mendapatkan suntikan pertama.
”Ada aturan dari pusat, tidak hanya mudik saja. Begitu juga syarat untuk naik pesawat harus vaksin dosis kedua. Mau tidak mau ya harus vaksin,” tutur Didi.
Selain itu, persiapan menjelang syarat booster untuk mudik, Didi mengaku tidak ada persiapan yang berarti. Hanya saja, pihaknya meminta stok vaksin diperbanyak. Karena, permintaan untuk vaksinasi akan semakin meningkat dibanding biasanya.
”Yang penting ada vaksin. Kalau tenaga kesehatan sudah siaga sejak lama untuk vaksinasi. Paling hanya minta stok vaksin saja diperbanyak,” jelasnya.
Baru-baru ini, Kota Batam mendapat 25 ribu vaksin jenis Moderna. Didi mengimbau warga Batam yang belum vaksin kedua jenis Moderna, agar dapat mengunjungi sentra vaksinasi untuk penyuntikan.
“Kalau jenis Moderna memang agak jarang. Tapi kami sudah siapkan,” terang Didi.
Namun, untuk booster ketiga, Didi menjelaskan bahwa pemberian vaksin sudah heterolog. Sehingga, tidak harus menyesuaikan vaksin dosis
pertama dan kedua.
“Kemarin tersedia pfizer, jadi kami berikan pfizer untuk booster,” katanya.
Didi menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi bisa dilakukan di puskesmas, polsek maupun polres dan juga pihak ketiga. Selain itu, Grand Mal Batam juga membuka posko vaksinasi pada Sabtu-Minggu.
”Nakes kami siap semua, jadi masyarakat jangan khawatir,” kata Didi.(*)
Reporter: Yulitavia

