Jumat, 1 Mei 2026

Disperindag Jamin Harga Telur dan Cabai Turun di Februari

Berita Terkait

Ilustrasi. Salah seorang pedagang melayani pembeli yang ingin membeli telur di lapak dagangannya. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menjamin permasalahan harga komoditas telur dan cabai selesai di awal bulan Februari.

Sebab, Disperindag Kota Batam mendapat lampu hijau dari Pemerintah Kabupaten Simalungun sebagai daerah penghasil cabai dan telur untuk memenuhi kebutuhan Kota Batam.

Kepala Disperindah Kota Batam, Gustian Riau, tak menampik tingginya harga telur ayam dan cabai selama beberapa bulan terakhir. Faktor terjadinya kenaikan untuk komoditas itupun berbeda-beda.

Seperti, untuk telur ayam buras, kenaikan terjadi karena faktor cuaca sehingga menyebabkan produksi ayam menurun.

Faktor permintaan tinggi jelang Natal dan Tahun Baru, kemudian faktor biaya pengiriman yang cukup tinggi.

”Banyak faktor yang menyebabkan harga telur masih tinggi sampai saat ini. Namun, dibandingkan beberapa waktu lalu, harganya sudah turun,” ujar Gustian.

Sedang faktor tingginya harga cabai, di antaranya karena memang tinggi dari daerah penghasil di Jawa dan Sumatra. Namun, faktor utama disebabkan monopoli harga oleh 3 distributor cabai yang sulit dikendalikan.

”Yang 3 distributor cabai saat ini tak bisa dikendalikan. Sementara untuk kebutuhan pokok lainnya bisa distel, cabai ini saja yang suka-suka mereka menetapkan harga,” jelas Gustian.

Antisipasi terjadi lonjakan lagi, Gustian pun mendapat lampu hijau dari Kabupaten Simalungun di Sumatra Utara.

Dimana, sebagai daerah penghasil, daerah tersebut siap bekerja sama memasok kebutuhan Kota Batam.

”Alhamdulillah, Bupati Simalungun orang Batam, beliau mau memfasilitasi untuk pasokan cabai dan telur di Batam. Beliau memberi jaminan harga murah. Rabu depan rencana kami ke sana,” jelas Gustian.

Rencana kerja sama itu juga ditindaklanjuti ke Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, yang juga mendapat respons dari beberapa distributor yang mau menjadi pemasok cabai dan telur dari Simalungun untuk Batam.

”Jadi nanti, pengusaha Simalungun langsung dengan pengusaha Batam, yang difasilitasi Bupati Simalungun. Jadi saya jamin, Februari sudah clear permasalahan telur dan cabai ini,” imbuh Gustian.

Lalu, bagaimana dengan kerja sama dengan Deli Serdang, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu? Menurut Gustian, masih tetap lanjut. Hanya saja, kerja sama dengan beberapa daerah lain sebagai antisipasi jika panen di daerah yang satu sedang kosong.

”Panen di Deli Serdang ini tak setiap bulan, dua bulan sekali. Antisipasi dari daerah lain, jadi kebutuhan aman, harga pun begitu,” pungkasnya.

Reporter: Yashinta

UPDATE