Jumat, 1 Mei 2026

Satu Per-Satu Tenan di Pelabuhan Internasional Sekupang Tutup

Berita Terkait

batampos- Pengelola Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang, Jumarly mengatakan saat ini belum ada aktivitas di pelabuhan, meskipun sudah ada informasi terkait travel bubble. “Masih sama. Belum ada aktivitas. Karena kami rasa masih berat untuk kembali normal. Hal ini karena regulasi dan syarat,” kata dia saat dijumpai saat pemberian vaksinasi kepada pelaku wisata di Kepri Mall, Kamis (27/1).

Jumarly menjelaskan kondisi selama dua tahun ini sangat berat. Bahkan meskipun sudah memasuki awal tahun, serta adanya kebijakan travel bubble, nyatanya belum memberikan dampak terhadap pelabuhan. “Kami yang paling terpukul di antara semua pelabuhan. Karena di Sekupang ini kan memang Singaporean only. Jadi ketika adanya Covid-19 membuat aktivitas mati suri,” ujarnya.

BACA JUGA: Pembangunan Pelabuhan Baru Incar 18 Juta TEUs dari Singapura

Pembukaan travel bubble juga masih ditunggu realisasinya. Meskipun masih terbatas, dan belum semua pelabuhan bisa menerima kunjungan dari wisatawan mancanegara (wisman).

“Kalau untuk kedatangan yang ditunjuk itu kan kawasan Nongsa. Sementara untuk kami di Pelabuhan Ferry Sekupang belum ada. Makanya kami hanya bisa menunggu, sembako bersiap-siap ke kondisi normal,” ujarnya.

Aktivitas di Pelabuhan ferry Sekupang mulai normal, sedangkan di pelabuhan internasional dua tahun terakhir tak ada aktivitas karena covid. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Akibat pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini, tenan yang ada di pelabuhan juga satu per satu pindah dan menutup usahanya. Selama ini jumlah wisman selama weekend bisa mencapai tiga ribu lebih.

“Kalau sekarang ya bertahan saja dulu. Sembari menunggu normal. Yang bisa kami lakukan adalah bersiap dan persiapan jika nanti arus pelayaran internasional ini kembali normal,” paparnya.

Persiapan yang dilakukan adalah mendukung program vaksinasi kepada seluruh pekerja yang ada di pelabuhan. Sektor wisata menjadi yang prioritas untuk mendapatkan vaksin.

“Alhamdulillah saya sudah booster juga. Tinggal tunggu kabar baik saja dari realisasi travel bubble ini. Intinya memudahkan pastinya, dan sektor wisata kembali normal,” tutupnya. (*)

Reporter : YULITAVIA

UPDATE