
batampos – Tiga kawanan perampok di Indomaret kawasan Baloi Persero, ditangkap jajaran Satreskrim Polresta Barelang dan Opsnal Polsek Lubukbaja.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman, mengatakan, tiga pelaku perampokan tersebut berhasil diamankan di kawasan Foodcourt Pasific. Ketiganya adalah, JL (24), ISS (32) dan FS (23).
“Setelah mendapatkan laporan, kemudian dilakukan penyelidikan, Alhamdulillah tidak lebih dari 4 jam, kita melaksanakan penangkapan terhadap tiga tersangka,” ujarnya.
Saat dilakukan penangkapan, ketiga tersangka melakukan perlawanan untuk melarikan diri. Sehingga petugas sempat melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali.
Namun tembakan peringatan itu tidak diindahkan oleh pelaku dan petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur dengan mengarahkan tembakan ke kaki pelaku.
“Setelah itu pelaku berhasil kita amankan dan dibawa untuk mendapatkan tindakan medis,” katanya yang saat itu memimpin langsung penangkapan pelaku.
Dalam aksi perampokan itu, bermula dari ketiga pelaku datang ke Indomaret Baloi Persero dengan menggunakan satu unit mobil Avanza.
Salah satu pelaku kemudian langsung menumpang ke toilet dan dua pelaku lainnya berpura-pura belanja.
Setelah melihat situasi dirasa aman, dengan senjata tajam yang sudah disiapkan, pelaku langsung mengancam dan menyekap dua karyawan Indomaret yang saat itu tengah bertugas.
Perampok kemudian langsung menguras uang tunai yang ada di meja kasir dan berangkas yang berada di lantai dua sebesar Rp 25,1 juta dan 20 slop rokok senilai Rp 5,9 juta. Usai menggasak uang tunai dan rokok, ketiga pelaku langsung kabur.
“Atas kejadian itu, pihak Indomaret alami kerugian lebih dari Rp 31 juta,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini ketiga pelaku sudah dibawa ke Satreskrim Polresta Barelang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Saat ini ketiganya lagi dimintai keterangan oleh penyidik,” imbuhnya.
Salah satu pelaku, FS mengakui bahwa dirinya baru bebas dari Rutan. Adapun uang dari hasil perampokan itu dibagi berempat, dengan salah satu rekannya yang masih DPO berinisial A.
“Kami bagi, perorang dapat Rp 4 juta dari hasil rampokan yang diambil dari brankas,” katanya.
FS menambahkan, ia bersama tiga rekannya mengambil peran berbeda beda saat beraksi
“Otak aksi A, dia sama J (menyebut nama lengkap,red) yang menyekap karywan sama bobol brankas, kalau saya sama I (menyebut nama lengkap,red) mengawasi dari luar agar bisa kasi kode kalau ada yang datang,” kata FS.(*)
Reporter : Eggi Idriansyah

