Jumat, 24 April 2026

648 Jamaah dari Batam, Termuda 14 Tahun dan yang Tertua 83 Tahun

Berita Terkait

Walikota Batam Amaakar Achmad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra memberikan bingkisan kepada jamaah calon haji kota Batam di Asrama Hajai Batam, Selasa (21/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Keberangkatan jamaah haji asal Batam tahun ini diwarnai keberagaman usia yang cukup mencolok. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Syahbudi, menyebut jamaah termuda berusia 14 tahun, sementara yang tertua mencapai 83 tahun.

“Rentang usia jamaah cukup lebar, dari yang masih remaja hingga lanjut usia. Ini menunjukkan semangat beribadah yang luar biasa dari berbagai kalangan,” ujar Syahbudi, Rabu (22/4).

Ia merinci, jamaah termuda berasal dari Kloter 2 atas nama Ibrahim Maulana yang berusia 14 tahun. Sedangkan jamaah tertua berasal dari Kloter 1, yakni Yunu Katutu yang berusia 83 tahun.

Selain itu, pada Kloter 1 juga terdapat jamaah berusia 18 tahun atas nama Amelya Putri, sementara di Kloter 25 jamaah termuda berusia 17 tahun, Annisa Nur Aini. Untuk jamaah tertua lainnya, di Kloter 2 tercatat Syarifah Anisah berusia 82 tahun dan di Kloter 25 Marpati M Noor berusia 78 tahun.

Syahbudi menjelaskan, perbedaan usia ini menjadi perhatian khusus, terutama bagi jamaah lanjut usia yang membutuhkan pendampingan lebih intensif.

“Untuk jamaah lansia, kami pastikan mendapat perhatian ekstra, baik dari sisi kesehatan maupun pendampingan selama di Tanah Suci,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh jamaah telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak berangkat. Petugas haji juga disiagakan di setiap kloter untuk memastikan pelayanan optimal bagi seluruh jamaah, baik yang muda maupun lansia.

Dengan total 648 jamaah yang akan diberangkatkan dari Batam, Kemenag berharap seluruh proses ibadah berjalan lancar dan jamaah dapat kembali dalam keadaan sehat serta meraih haji yang mabrur.

Sementara itu Embarkasi Batam tahun ini dijadwalkan memberangkatkan sebanyak 10.845 jemaah calon haji (JCH) dari berbagai daerah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kepri, Muhammad Syafi’i, menegaskan, tema pelayanan haji 2026 mengedepankan prinsip ramah lansia, perempuan, dan disabilitas. Seluruh petugas diminta memberikan layanan yang adaptif dan humanis sesuai kebutuhan jemaah.

“Sesuai arahan Kementerian Haji dan Umrah, prioritas kita tahun ini adalah lansia, perempuan, dan disabilitas,” tegasnya.

Dari sisi kuota, jumlah jemaah asal Kepulauan Riau tercatat sebanyak 1.085 orang, ditambah 10 petugas, sehingga total menjadi 1.095 orang. Secara keseluruhan, Embarkasi Batam akan melayani 10.845 jemaah serta sekitar 100 petugas haji.

Pada kloter pertama, sebanyak 445 jemaah asal Kepri telah diberangkatkan. Mereka berasal dari Kabupaten Lingga 27 orang, Kabupaten Bintan 44 orang, Kota Tanjungpinang 145 orang, dan Kota Batam 145 orang, serta didampingi empat petugas haji.

“Prioritas kami memberikan pelayanan yang prima, terutama pada lansia, perempuan, dan disabilitas,” ucap Syafi’i.(*)

UPDATE