batampos.co.id – Jelang akhir tahun, capaian target dan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) masih jauh dari harapan. Berdasarkan Siependa.batam.go.id, terlihat APBD-P Batam baru tercapai 46 persen atau Rp 1,3 triliun dari target Rp 2,9 triliun.
Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah, mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti menghapus denda pajak, hingga memberikan keringanan pembayaran dengan sistem cicil.
Ia menyebutkan, berdasarkan data saat ini, total capaian PAD sudah berada di angka 69 persen atau Rp 846 miliar dari target Rp 1,2 triliun. Menurutnya, masih ada waktu hingga Desember mendatang, agar capaian bisa dimaksimalkan.
”Memang sudah diprediksi tidak capai target. Tapi kalau bisa tidak terlalu jauh. Hingga akhir tahun, kalau bisa PADmenyentuh angka 75 persen, sehingga tidak terlalu jauh,” kata dia, Rabu (10/11/2021).
Azman mengatakan, pemasukan tertinggi masih bersumber dari pajak restoran, hotel, hiburan, pajak reklame, PPJ, BPHTB, dan PBB. Ia mengatakan, hingga sekarang capaian masih di bawah 80 persen.
Kendati demikian, ada juga capaian yang surplus yaitu pajak mineral bukan logam dan batuan tercapai 117 persen atau Rp 1,1 miliar dari target Rp 1 miliar.
”Walaupun tidak mencapai target yang sudah ditentukan, kami tetap upayakan memaksimalkan sampai akhir tahun nanti,” ujarnya.
Retribusi yang paling besar masih bersumber dari retribusi pelayanan dan persampahan kebersihan yang mencapai Rp 28 miliar dari target Rp 40 miliar. Disusul retribusi parkir tepi jalan yang sudah tercapai Rp 3,6 miliar dari target Rp 5,2 miliar.
Azman menjelaskan, dengan keadaan seperti saat ini, memang ada ancaman defisit terhadap target capaian. Perkiraan defisit mencapai Rp 100 miliar. Kendati hal ini masih akan ada evaluasi dan pembahasan nanti.
”Kalau saya kan lebih ke PAD, untuk lebih lengkapnya itu di bagian Pak Malik (Abdul Malik, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah),” sebutnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin, mengatakan, jelang akhir tahun ini, pihaknya sudah menggelar rapat bersama OPD penghasil. Beberapa waktu lalu sudah dibahas capaian proyek fisik yang sudah berjalan 80 persen dan serapan di triwulan terakhir ini.
Untuk prediksi defisit anggaran memang sudah diprediksi terjadi. Hal ini karena faktor perekonomian yang belum stabil, serta pengaruh pandemi Covid-19 yang belum juga usai.
Sehingga, berdampak terhadap pendapatan asli daerah. Defisit anggaran disebut mencapai 100 miliar jelang akhir penutup tahun ini.
”Soal angka itu masih akan dievaluasi nanti. Saya belum bisa kasih tahu detail angkanya. Nanti kalau sudah final baru bisa saya informasikan. Kami masih akan rapat lagi. Nanti saya akan panggil OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk bahas kembali soal ini,” ujarnya.
Reporter: Yulitavia

