Kamis, 16 April 2026

Terungkap, Ini yang Menyebabkan Angka Pengangguran di Batam Tinggi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi Pencari kerja di Batam. Tingkat pengangguran di Kepri meningkat, terutama di Batam. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, menyebutkan, tingginya angka pengangguran di Batam tidak lepas dari banyaknya pekerja dari luar daerah yang mencari pekerjaan di sini.

Selain itu belum jalannya sektor pariwisata juga menjadi penyebab lain tingginya angka pengangguran tersebut.

“Saya pernah tanyakan ke BPS (Badan Pusat Statistik). Ada sumbangan pekerja dari luar Batam yang cukup besar, sehingga membuat angka pengangguran ini menjadi tinggi,” kata Rudi, Selasa (16/11/2021).

Menurutnya, serbuan pekerja dari luar daerah ini terus bertambah setiap bulannya. Sementara satu sisi, jumlah lowongan pekerja tetap bertambah namu  tidak sebanding dengan angka pencari kerja (pencaker) ini.

“Makanya terlihat naik setiap tahun,” tambahnya.

Selanjutnya, kata Rudi, terkait data pengangguran di Batam, yang dikeluarkan BPS berbeda dengan yang dimiliki Disnaker.

Baca Juga: Paling Banyak di Batam, Kepri Peringkat Pertama Pengangguran di Indonesia

Salah satunya BPS menghitung angka pengangguran dari usia 15 tahun. Sementara Disnaker menghitung mulai dari usia 18 tahun.

“Jadi pasti berbeda angkanya,” ungkap Rudi.

Berbagai cara terus dilakukan Disnaker dalam meminimalisir angka pengangguran ini, salah satunya dengan memberikan pelatihan bagi angkatan usia kerja. Pelatihan ini nantinya kata Rudi akan menyesuaikan dari kebutuhan perusahaan.

“Kita akan sesuaikan apa saja yang dibutuhkan industri saat ini. Untuk tahun depan cukup banyak pelatihannya. Yang jelas kita akan selalu komunikasi dengan perusahaan-perusahaan di Batam,” tuturnya.

Selain itu yang membuat ia optimis angka ini akan turun ialah, terkait rencana dibukanya Singapura sehingga diprediksi berdampak terhadap pariwisata di Batam.

Selain itu ia juga menerima surat dari beberapa halangan kapal yang berencana akan merekrut tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak.

“Mudahan-mudahan ini menjadi solusi kita dalam menangani angka pengangguran di Batam,” bebernya.

Untuk sektor industri manufaktur sendiri, Rudi menjawab, saat ini sebagian besar perusahaan-perusahaan masih wait and see, dan di awal tahun baru akan dibuka kembali lowongan pekerjaan.

“Ya biasanya awal tahun mulai buka kembali,” pungkasnya.

Reporter: Rengga Yuliandra

UPDATE