
batampos.co.id – Januari hingga November 2021, Kejaksaan Negeri Batam menangani 5 kasus korupsi. Tiga di antaranya telah dinyatakan incrah (berkekuatan tetap), 2 lainnya masih proses penyelidikan dan penyidikan.
Tiga kasus yang telah incrah yakni perkara Gratifikasi Mantan Kabag Hukum Pemko Batam Sutjahjo Hari Murti.
Kemudian korupsi punggutan liar oleh Mantan Kadishub Kota Batam, Rustam Efendi dan mantan Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Batam, Heriyanto.
Sedangkan untuk kasus yang masih proses, yakni penyidikan dugaan korupsi pengelolaan anggaran 2017 SMA Negeri 1 Batam dan proses penyelidikan atas dugaan korupsi pengunaan Sistem Berbasis Elektronik (SIMRS) di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam.
“Tiga kasus sudah selesai alias icrah, yakni mantan Kabag Hukum Pemko, dan dua di Dishub Batam,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Polin Oktavianus belum lama ini di depan Kantor Kejari Batam, Batamcenter.
Untuk penanganan perkara yang masih proses lidik dan sidik dilakukan dengan asas praduga tak bersalah. Karena itu, untuk setiap tahapan dilakukan dengan hati-hati tanpa harus terburu-buru.
“Karena ini menyangkut nasib seseorang, jadi tak bisa terburu-buru. Keputusan yang diambil penyidik dalam setiap tahapan juga harus dengan keyakinan, tak bisa gegabah,” terang Polin.
Menurut dia, dalam penanganan perkara korupsi dipastikan akan sampai tuntas. Apalagi, jika sudah ada alat bukti yang membuktikan adanya dugaan korupsi.
“Untuk kasus korupsi saya tak main-main. Semua harus tuntas. Jika tak mampu, jaksanya silahkan mengundurkan diri,” tegas Polin.
Disisi lain, Polin mengakui jika anggaran untuk penanganan kasus korupsi tahun 2021 sudah habis.
Dimana, anggaran untuk penanganan kasus dugaan korupsi, hanya cukup untuk satu sprindik atau kasus. Sedangkan untuk tahun 2021 pihaknya sudah menangani 5 kasus korupsi.
“Dalam satu tahun itu hanya untuk satu perkara, nah sampai saat ini kami sudah 5. Untuk berapa anggarannya tak etis juga kalau disebut. Yang pasti meski anggaran habis, kami tetap serius. Buktinya semua berjalan, meski ada yang alot. Tapi yakin kami bisa selesaikan semua,” pungkas Polin.
Reporter: Yashinta



