
batampos.co.id – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam menggelar rapat membahas persiapan menyambut Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), Selasa (7/12/2021).
Beberapa hal yang menjadi pokok bahasan antara lain terkait pengamanan, penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Tanah Air melalui Batam, dan upaya menekan penyebaran Covid-19 saat momen akhir tahun tersebut.
“Ada sekitar tujuh agenda yang kami bahas dan alhamdulillah semua sudah terurai,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, usai memimpin rapat tersebut.
Pembahasan dimulai dengan persiapan menyambut Natal 2021 dan Tahun Baru. Hal ini termasuk penyiapan titik-titik pengamanan, baik itu berupa posko yang tersebar di beberapa kawasan, hingga pengamanan saat ibadah Natal dan malam pergantian tahun.
Kemudian, juga terkait dengan rencana pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia yang akan melalui Batam.
Sesuai aturan, para PMI tersebut akan menjalani karantina di rusunawa Pemko dan BP Batam di Tanjunguncang, Batuaji.
Setelah masa karantina dan PMI tersebut dinyatakan negatif Covid-19, barulah mereka diperbolehkan kembali ke daerah asal masing-masing.
Selanjutnya, terkait stok kebutuhan pokok dan juga upaya untuk menekan harga bahan pangan di pasaran. Mengingat, setiap momen hari besar seperti Nataru, kerap terjadi lonjakan harga.
Selain itu, juga membahas terkait aksi unjuk rasa yang digelar oleh para buruh yang menuntut kenaikan upah minimum kota (UMK) Batam dan sudah berlangsung selama beberapa hari.
“Pada intinya, Forkopimda Kota Batam sudah satu persepsi terkait langkah-langkah yang akan dijalankan menyambut Natal dan Tahun Baru ini,” kata dia.
Seperti halnya, terkait pengamanan di sejumlah posko yang akan didirikan di pelabuhan dan bandara. Di mana, dari kesiapan petugas khususnya TNI dan Polri, sudah tidak ada masalah.
“Pada intinya kita semua sudah siap menyambut pelaksanaan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Wakil Wali Kota juga mengingatkan masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan (protkes) secara ketat.
Antara lain, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas (Protkes 5M).
Pasalnya, dengan penerapan protkes yang dibarengi dengan tingginya vaksinasi Covid-19 di Kota Batam yang sudah mencapai 90 persen lebih, ternyata dapat mengurangi penyebaran wabah.
Terlebih, menjelang momen libur Natal dan Tahun Baru, diharapkan warga tetap patuh protkes sehingga kasus Covid-19 tak melonjak lagi.
“Protkes jangan kendur karena pandemi ini belum berakhir. Mari bersama-sama kita tekan penyebaran Covid-19,” ajaknya.
Reporter: Ratna Irtatik



