
batampos – Pemko Batam terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka stunting tidak hanya di mainland tapi juga di hinterland.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan penanganan anak stunting harus menjadi perhatian semua pihak.
“Pemko Batam saat ini terus fokus untuk menuntaskan stunting ini,” katanya saat menghadiri rembuk stunting di Kantor Camat Belakang Padang, Rabu (12/2/2022).
Amsakar mengatakan, rembuk stunting perlu dilakukan guna membahas serta meningkatkan pemahaman kepada calon orang tua serta kader-kader pendamping.
“Ciri-ciri stunting bisa kita lihat dari tingginya dan berat badannya yang tidak standar seusianya,” katanya.
Melalui rembuk stunting lanjutnya, orang tua dapat memahami bagaimana mencegah anak yang akan dilahirkan nanti tidak stunting.
Para pendamping lanjutnya, juga dapat meningkatkan pengetahuan sehingga dapat memberikan penjelasan dan membantu para orang tua atau calon-calon pengantin.
“Tadi ada beberapa hal yang kita bahas untuk penanganan stunting di Kecamatan Hinterland ini. Belakangpadang, Bulang dan Galang,” ujarnya.
Salah satunya terkait dengan pelayanan kesehatan masyarakat maupun puskesmas yang jaraknya yang sulit untuk dijangkau.
Pemko Batam lanjutnya, akan mempertimbangkan untuk kader-kader pendamping di tiga kecamatan tersebut untuk diberikan biaya pengganti transportasi.
Menurut Amsakar, angka stunting di Kota Batam sebenarnya relatif rendah. Yakni 6,2 persen untuk di Mainland dan 3,6 untuk yang di Hinterland. Namun lanjutnya, pihaknya terus berupaya agar angka stunting dapat turun.
Reporter: Messa Haris



