Senin, 4 Mei 2026

IDI Sebut Kepri Sudah Memasuki Gelombang 3 Covid-19

Berita Terkait

Ilustrasi. Stop Covid-19. Foto: Pixabay.com

batampos – Kasus Covid-19 di Kepri terus mengalami peningkatan. Per 31 Januari, tercatat ada 69 kasus aktif. Peningkatan kasus ini, beriringan dengan penambahan bed occupancy rate (BOR). Di Tanjungpinang BOR naik menjadi 0,33 persen, Batam 0,16 persen, Bintan 0,5 persen, Karimun 0,22 persen dan Natuna 0,37 persen.

Ketua IDI Batam, dr Rusdani mengatakan bahwa peningkatan kasus ini sudah diprediksi. “Tim Satgas Covid-19 PB IDI menyampaikan bahwa saat ini sudah memasuki gelombang 3,” kata dia, Selasa (1/2).

Rusdani mengatakan positif rate di Kepri, sudah mengalami peningkatan. Dari sebelumnya 0,01 meningkat menjadi 0,19. Peningkatan ini disebabkan oleh mobilitas yang semakin tinggi. Lalu, juga disebabkan masyarakat yang abai akan protokol kesehatan.

“Coba lah lihat, mana ada tempat makan yang berjarak. Kedai kopi yang pakai masker, sudah lepas semua. Varian Covid-19, omicron memang menjadi salah satu penyebab. Tapi yang paling utama itu sebenarnya, masayrakat yang sudak tidak menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Jika keengganan masyarakat mematuhi protokol kesehatan terus berlanjut. Kemungkinan, kata Rusdani, kasus Covid-19 akan terus meningkat dan bisa menyamai kasus di gelombang ke 2. “Sekarang ini ada omicron yang secara teori, memiliki tingkat penularan tinggi. Walaupun tingkat fatalitasnya rendah, tapi cukup berbahaya bagi yang memiliki komorbid dan lansia,” ucapnya.

Ia meminta masyarakat meningkatkan lagi protokol kesehatan, jaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, mengurangi mobilitas. Jika ini diterapkan, maka dapat menurunkan resiko penularan. “Bukan tidak mungkin, jika ada pertambahan kasus. Aturan ketat seperti beberapa waktu lalu diterapkan kembali,” tuturnya.

Kepada pemerintah, ia berharap sekolah tatap muka untuk anak sekolah dasar, dikembalikan ke daring. Hal ini disebabkan, anak-anak bisa menjadi pembawa virus. “Saya menemukan ada beberapa kasus, orang-orang yang tanpa gejala sama sekali, sangat sehat. Tapi membawa virus ini kemana. Sehingga dapat menularkan orang-orang yang rentan dan memiliki kormobid,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri mengatakan sudah selalu mengingatkan mengenai protkes. Selain itu, ia sudah mewanti-wanti masyarakat mengenai peningkatan kasus di awal Februari. “Saya mohon ke masyarakat, tolong protkesnya ditingkatkan,” ujarnya.

Ditengah peningkatan kasus di Kepri. Bisri telah meminta para tenaga kesehatan untuk kembali siaga, menghadapi kemungkinan banyaknya pasien Covid-19 membutuhkan perawatan rumah sakit.

“Kemarin ini bisa istirahat, saat ini diminta lagi bersiap-siap. Sebab, dari data Kemenkes, Kepri itu provinsi nomor 2 berpotensi mengalami peningkatan kasus Covid-19,” ucapnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

UPDATE