Selasa, 5 Mei 2026

ASITA Minta Karantina Ditiadakan

Berita Terkait

 

batampos –  Pemberlakuan kebijakan travel bubble untuk wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura ke Nongsa Sensation Batam dan Lagoi Bintan, memang menjadi angin segar bagi pelaku pariwisata. Namun, sepekan kebijakan tersebut berjalan, hanya bisa mendatangkan 37 wisman di Nongsa Sensation. Sejumlah kelemahan kebijakan travel bubble harus diperbaiki.

”Salah satu kelemahannya, wisman yang datang hanya diperbolehkan di kawasan tertentu saja (Nongsa Sensation dan Lagoi), pelaku pariwisata lainnya tak kebagian,” ujar Eva Betty, Ketua DPD ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Kepri, Selasa (1/3/2022).

Ilustrasi. Kunjungan wisatawan ke Batam sebelum pandemi. Foto: Cecep Mulayana/Batam Pos

Eva menyarankan agar travel bubble lebih diperluas lagi, sehingga wisman punya pilihan berlibur atau pelesiran yang lebih banyak. Selain itu, pelaku pariwisata lainnya juga bisa merasakan manfaat dari program pemerintah ini.

Dengan begitu, ada unsur keadilan dan diharapkan pariwisata Batam dan lini usaha terkait lainnya, benar-benar bisa bangkit bersama.

Eva juga mengatakan, selain memperluas wilayah travel bubble, ASITA juga meminta agar kelemahan lainnya dari kebijakan ini juga dibenahi. Yakni, soal karantina wisman ditiadakan saja.

”Travel bubble ini sudah berhasil, kami menunggu diperluas, bahkan jika perlu tidak ada lagi penggunaan karantina untuk memasuki Kepri,” kata Eva.

Ia juga mengatakan, ASITA menunggu kebijkan terbaru dari pemerintah.
Ia juga terus berusaha agar ada perubahan kebijakan, yang adil bagi seluruh para pelaku pariwisata.

”Bali sudah akan memulai wisman masuk tanpa karantina,” ujarnya.

Walaupun begitu, Eva mengapresiasi apa yang telah dilakukan pemerintah, dalam rangka meningkatkan kunjungan wisman ke Kepri. ”Saya dengar, dalam waktu dekat ini ada tambahan akses travel bubble, Harbourbay (Batuampar),” ungkapnya.

Mengenai permintaan dari pelaku pariwisata ini, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, mengaku sudah berusaha mendorong agar travel bubble diperluas.

”Sebelum teman-teman pelaku pariwisata meminta, kami sudah bergerak dan mendorong agar ini terlaksana,” ujarnya kepada Batam Pos, kemarin.

Namun, pemberlakuan ini tidak bisa cepat terlaksana. Sebab, kebijakan travel bub-ble ini baru saja dikeluarkan pemerintah beberapa pekan lalu.

”Kebijakan travel bubble ini harus dijalani dulu, sejauh ini sudah berjalan baik. Selama satu minggu ini, semua wisman yang datang negatif Covid-19. Begitu pulang dari kawasan travel bubble, alhamdulillah, semuanya masih tetap negatif Covid-19. Berarti protkes benar-benar terjaga dengan baik,” ucapnya.

Ia meminta pelaku pariwisata bersabar sedikit lagi. Jika travel bubble ini dalam seminggu ke depan berjalan lancar, akan diminta lagi perluasan wilayah masuk wisman.

”Kami inginnya jadi VTL (Vaccinated Travel Lane), tapi kan kasus Covid-19 masih tinggi,” tuturnya.

Buralimar juga mengatakan, akan ada evaluasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dari evaluasi internal yang dilakukan Dispar Kepri, Buralimar mengungkapkan ada satu kekurangan yang dikeluhkan wisatawan asal Singapura.

”Mereka (wisman) minta setelah tes PCR, mereka bisa segera menuju hotel atau resort untuk istirahat. Tidak perlu menunggu hingga hasil keluar di pelabuhan. Permintaan ini sudah kami penuhi,” ujarnya.

Selain itu, Buralimar mengatakan tidak ada lagi yang dikeluhkan atau kelemahan dari prosedur travel bubble. ”Semuanya sudah baik, nah yang baik ini kami pertahankan,” katanya.

Sementera itu, ketua Nongsa Sensation, Andy Fong, mengatakan, animo wisman datang ke Batam, terus meningkat. Hal ini bisa dilihat sepekan pertama pelaksanaan travel bubble berhasil mendatangkan 37 wisman.

Andy merinci, pada 23 Februari ada 26 wisman datang, 24 Februari 6 wisman, 25 Februari tiga wisman, 27 Februari dua wisman, dan 26 Februari, tidak ada yang datang.
Rencananya Maret ini, ada 151 orang wisman sudah memesan resort untuk berlibur di Nongsa. Jumlah ini bisa terus bertambah setiap harinya.

”Tanggal 3 Maret mendatang, ada 20 orang yang akan datang, 4 Maret 14 orang, 5 Maret 13 orang, dan paling banyak itu di 6 Maret, ada 41 orang,” sebutnya.

Setelah itu, masih ada 63 wis­man lagi yang akan datang, dalam waktu yang ber­­beda-beda. Andy berha­rap, animo wisman ini semakin tinggi. (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA

UPDATE