batampos-Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah meminta bright PLN Batam segera menghentikan pemadaman bergilir yang terjadi di Kota Batam saat ini. Menurutnya, kerusakan yang terjadi di Pembangkit LIstrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Panaran segera diselesaikan.

Kepri
“Kami mendapat informasi, ada kerusakan di pembangkit Panaran dengan kapasitas 35 mega watt. alat yang rusak informasinya, perbaikannya dikirim ke Skotlandia,” ujar Irwansyah, Senin (14/3) di Tanjungpinang.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri tersebut menegaskan, pihaknya akan segera turun ke lokasi, setelah rampung melakukan reses masa sidang pertama tahun 2022 ini. Menurutnya, tindakan ini harus dilakukan, karena bright PLN Batam kurang transparan atas persoalan yang terjadi.
BACA JUGA: Pemadaman Listrik Rugikan Pelaku Usaha Jasa
“Jika memang perbaikan kerusakaan, membutuhkan waktu lama. Maka ini berdampak pada pemadaman bergilir yang cukup lama juga,” tegasnya.
Disebutkannya, dari penjelasan yang ia dapat dari PLN Batam, beban puncak adalah pada angka 496 mega watt. Jumlah tersebut sudah termasuk kebutuhan listrik di Pulau Bintan (Bintan-Tanjungpinang). Bahkan PLN juga mengklaim, masih terjadi surplus sekitar 60 mega watt.
“Melihat data yang tersedia, daya PLN yang terpasang sampai akhir tahun 2021 lalu 623 mega watt. Sedangkan daya mampunya adalah 551 mega watt,” jelasnya.
Lebih lanjut katanya, dengan melihat jumlah beban puncak dengan daya mampu yang tersedia, masih ada surplus energi sebesar 55 mega watt. Sehingga dengan hilangnya daya sebesar 35 mega watt, belum terjadi defisit energi. Ini yang menjadi persoalan, kenapa PLN Batam sampai melakukan pemadaman bergilir.
“Kita juga tidak ingin PLN berorientasi pada keuntungan, dengan memaksakan masyarakat harus paham kondisi yang terjadi. Konsekuensinya, PLN harus menyalakan semua pembangkit cadangan yang tersedia,” tutupnya. (*)
Reporter: Jailani



