Rabu, 4 Februari 2026

Pembangunan Panel Tenaga Surya Sunseap Group Masuk Tahap Proses Perizinan

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Perusahaan asal Singapura, Sunseap Group Pte Ltd bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Juli 2021 lalu.

Ilustrasi panel surya. Foto: Jawapos.com

BP Batam bersama perusahaan penyedia energi bersih ter­besar di Singapura itu melaku­kan penandatanganan ker­ja sama pembangunan sistem fotovoltaik terapung (floating photovoltaic system/FPV) yang terbesar di dunia dan juga sistem penyimpanan energi (energy storage system/ESS) di atas Waduk Duriangkang. Dengan nilai investasi senilai Rp 29 triliun.


Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, setelah penandatanganan MoU, dibentuk tim bersama untuk membuat kajian kelayakan dan kajian lingkungan, serta perizinan dan relaksasi regulasi dengan target penyelesaian 12 bulan. Kemudian dilanjutkan pemba­ngunan selama 36 bulan.

Proyek ini akan dimulai dengan persiapan perizinan dan kajian awal untuk implementasinya di genangan Waduk Duriangkang.

”Saat ini mereka masih proses perizinan, FS (feasibility study/studi kelayakan), Amdal, dan lainnya,” ujarnya, Selasa (29/3).

Ia melanjutkan, BP Batam akan mengawal proses dan implementasi investasinya sebagaimana yang sudah tercantum dalam perjanjian agar dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu.

Sunseap Group akan memasang panel surya di genangan waduk dengan cara mengambang (floating) dimana nanti hasilnya energinya akan diekspor ke Singapura dan sebagian untuk Batam. Ini akan menjadi salah satu yang terluas di Asia Tenggara dan pertama di Batam.

Ia kemudian, mengemukakan rencana investasi ini mampu memberikan manfaat bagi Ba­tam dalam beberapa hal, antara lain; mendorong pengu­rangan emisi karbon, mendorong tercapainya target peng­gu­naan energi terbarukan, mendorong inves­tasi di Batam, meningkatkan potensi pendapatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) BP Batam, dan meningkatkan kapasitas kesediaan listrik di Batam, serta untuk mendukung industri lainnya.

Ruang lingkup kerja sama ini akan meliputi pembangunan konstruksi solar panel dan floating ponton, dimana Sunseap berkewajiban mengutamakan material dan bahan produksi dalam negeri dan tenaga kerja Indonesia untuk pekerjaan yang dilaksanakan di Indonesia, sesuai dengan ketersediaan bahan dan tenaga kerja.

”Sesuai dengan yang disampaikan oleh Kepala BP Batam, ke depannya lapangan pekerjaan akan tercipta sekitar 3.000 pekerja lokal tidak hanya Batam, tetapi juga Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu, Co-Founder and CEO Sunseap Group Pte Ltd, Frank Phuan, mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada BP Batam, Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura atas dukungan yang terus berlanjut untuk proyek ini. Frank menyebut proyek ini sangat penting karena merupakan bukti komitmen tegas Indonesia untuk melawan perubahan iklim dan pengurangan jejak karbon melalui pembangkit energi terbarukan.

”Proyek ini akan membantu menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru, dan dalam waktu yang sama, adanya transfer keahlian di sektor energi terbarukan kepada masyarakat Batam,” ujarnya.

”Saya sangat menghargai komitmen dan upaya yang dilakukan dari BP Batam, dan kami di Sunseap berkomitmen menjadi mitra dalam memba­ngun FPV dan ESS terbesar di dunia,” tambahnya lagi.

Pengalaman Sunseap dengan energi terbarukan di Indonesia dimulai 15 tahun lalu ketika mengeksplorasi panel surya untuk menyalakan stasiun pengulang daya untuk perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Ini adalah tahun yang sama ketika Sunseap menyelesaikan sistem jaringan surya pertama di Singapura pada 2006.

Saat ini, Sunseap adalah salah satu pemeran energi terbarukan rumahan terbesar di Asia Tenggara. Kemampuan Sunseap dalam proyek energi terbarukan dimanifestasikan oleh rekam jejak untuk mengembangkan dan mengoperasikan armada aset di Singapura, serta seluruh kawasan Asia Tenggara dan Pasifik dengan panel surya di atap rumah, panel surya yang ditanamkan di tanah, dan panel surya terapung.

Saat ini Sunseap memiliki lebih dari 2 Gigawatt pipa proyek di Singapura dan lebih dari 3.000 bangunan di seluruh Asia. Sunseap Group juga didukung dengan baik oleh pemegang saham terkemuka, yaitu Temasek dan ABC World Asia yang memberi dukungan tak terbatas, mewakili investasi kekayaan negara Singapura yang memegang 12 persen saham Sunseap, dan juga pemegang saham lainnya termasuk Shell Tech Ventures, Banpu dan Bangkok Bank dari Thailand, Perusahaan Sumitomo, Sumitomo Mitsui Finance and Leasing, dan Shikoku Electric Power dari Jepang dan Dutco dari Timur Tengah.

”Dengan posisi pasar yang kuat dalam pengembangan proyek, serta keahlian operasi dan pemeliharaan, kami yakin bahwa Sunseap dapat terus menjadi pelopor energi regional,” ujarnya.

Sunseap juga menggunakan analitik data canggih untuk mengoperasikan, memperkirakan dan melakukan pemeliharaan prediktif yang telah menjadi salah satu kekuatan utama mereka di industri ini.

”Klien kami di Singapura, termasuk pemerintah, perusahaan multinasional, seperti Apple, Facebook, Amazon dan Microsoft, serta juga ribuan usaha kecil dan menengah,” ujar Frank.

Frank juga meyakini, saat proyek ini telah selesai, maka energi terbarukan berdaya 2.2GWp FPV dan 4.000 MWhr ESS di Waduk Duriangkang, yang merupakan waduk terbesar di Kota Batam, akan menjadi FPV dan ESS terbesar di dunia secara global. (*)

Update