Minggu, 15 Maret 2026

Batam Krisis Hewan Kurban, Ini Kata Wali Kota Batam  

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Saat ini Kota Batam mengalami krisis hewan kurban. Salah satu penyebabnya adalah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Selain karena wabah Penyakit Mulu dan Kuku (PMK) penyebab lain Kota Batam kekungan hewan kurban adalah penghentian pengiriman dari daerah asal.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, penghentian pengiriman hewan kurban khususnya sapi ke Batam merupakan instruksi dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Saat ini kata dia, sudah tidak ada lagi pengiriman hewan kurban ke Batam, meskipun pasokan masih belum cukup.

“Saya tidak ada menghentikan pengiriman ke sini (Batam,red). Karena saya tidak ada wewenang. Jadi saya tegaskan ya, kalau sapi yang masuk dan keluar itu dari Kementan langsung,” katanya.

Ia menjelaskan, terkait banyaknya hewan kurban jenis kambing yang banyak mati saat pengiriman harusnya dibahas sebelum proses pengiriman.

Rudi menyebutkan terkait pengawasan dan pengecekan kesehatan hewan kurban dapat ditanyakan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Sedangkan untu syariatnya bisa ditanyakan kepada Kementerian Agama Batam.

“Semua sudah jelas. Namun kalau ada yang mati selama diperjalanan, artinya ada persiapan yang kurang ketika dilakukan pengiriman. Intinya kita semua berharap hewan kurban ini sehat semua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan prioritas saat ini adalah memastikan dan menjaga kesehatan hewan kurban.

Pihaknya mengakui jumlah hewan kurban dipastikan menurun, namun berbeda dengan minat umat muslim untuk berkurban.

“Untuk jumlah hewan kurban sudah pasti turun. Sampai saat ini kami juga masih menunggu data dari masjid terkait jumlah hewan kurban tahun ini,” sebutnya.

Ia berharap wabah PMK ini tidak terjangkit pada hewan yang ada di Kota Batam. Menurut laporan yang diterima, petugas kesehatan hewan juga rutin melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan.

“Tentu kita harapkan hewan kurban ini layak untuk dikonsumsi. Karena sudah ada fatwanya juga. Asalkan diolah dengan baik dan benar maka virus akan mati. Dan lagi ini virus tidak menularkan kepada manusia. Jadi aman untuk dikonsumsi,” terangnya.(*)

Reporter: Yulitavia

SALAM RAMADAN