Selasa, 17 Maret 2026

Sulit Mencari Pekerjaan Sesuai Skill di Galangan Kapal, Syamsudin Jadi Tukang Pangkas Rambut

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Industri galangan kapal di Batam

batampos – Anjloknya industri galangan kapal selama pandemi Covid-19 ini mewabah sangat berdampak dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Batuaji dan Sagulung. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan karenanya.

Syamsudin misalkan, kini beralih menjadi tukang pangkas rambut karena belum mendapatkan pekerjaan baru. Kemampuannya di bagian pengelasan kapal belum bisa dimanfaatkan karena belum ada perusahaan galangan yang menerimanya.

Begitu juga Sulhadi, warga Tanjunguncang kini harus menjadi kurir agar tetap bertahan di Batam. Skillnya sebagai pengawas K3 di lokasi galangan juga belum bisa digunakan karena minimnya lowongan pekerjaan.

“Besar sekali dampaknya. Yang berdagang pun menjerit karena minim pembeli,” ujar Sulhadi yang mengaku masih merasakan dampaknya hingga saat ini.

Sepanjang tahun ini baik Sulhadi ataupun Syamsudin sudah berupaya keras mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan skill mereka masing-masing, namun karena minimnya lowongan kerja sehingga mereka harus melanjutkan pekerjaan serabutan mereka tadi. Mereka hanya berharap agar situasi kembali membaik sehingga industri galangan kapal di Batam kembali berjaya.

Batam Pos yang menyambangi beberapa industri galangan kapal di Tanjunguncang memang belum begitu mencolok aktifitas di dalamnya. Pekerja yang hilir mudik di lokasi galangan juga tidak sebanyak dulu. Dari ribuan orang kini tinggal ratusan orang saja. Petugas keamanan kawasan saat dimintai informasi lowongan kerja mengaku belum ada karena kondisi perusahaan belum cukup stabil.

“Tak ada (lowongan), yang masih kerja saja kadang diliburkan karena tak ada projek,” ujar Aldi, seorang petugas keamanan galangan kapal Tanjunguncang. (*)

 

 

Reporter : Eusebius Sara

SALAM RAMADAN