
batampos – Arus penumpang di Pelabuhan Internasional Feri Batamcenter beberapa hari terakhir mengalami penurunan. Hal itu diduga karena masih tingginya harga tiket kapal Feri Batam-Singapura-Batam yakni Rp 700 ribu untuk pulang pergi (PP).
Manager Operasional Pelabuhan Internasional Feri Batamcenter, Nika Astaga, membenarkan adanya penurunan jumlah penumpang. Dimana sejak pintu Batam-Singapura-Malaysia dibuka, arus penumpang setiap harinya diangka 3000-4000 orang.
“Beberapa hari terakhir mengalami penurunan, jumlah penumpang baik yang datang maupun berangkat hanya 2000-an. Sebelumnya di atas 3000-an,” ujar Nika.
Disinggung penyebab turunnya penumpang, Nika tak bisa memastikan. Namun banyak informasi yang masuk, menurunnya penumpang karena harga tiket Batam-Singapura tinggi.
“Ya informasinya memang karena harga tiket masih tinggi. Orang jadi mikir mau nyebrang, disaat kebutuhan masyarakat saat ini juga naik,” jelajelas Nika.
Menurut Nika, sebelumnya arus penumpang cukup tinggi karena dimasa liburan, ditambah rasa rindu masyarakat Batam berlibur di Singapura. Namun setelah berangkat dan balik dari Singapura, masyarakat akan berpikir dua kali untuk kembali berangkat.
“Ya pastinya karena harga tiket. Namun untuk harga tiket, itu bukan wewenang kami, tapi penyedia jasa angkut, ” jelas Nika.
Lalu apakah ada pengurangan trip kapal yang beroperasi karena menurunnya arus penumpang. Menurut Nika sama sekali tak ada. Kapal yang beroperaso tetap sama, yakni 48 trip perhari baik untuk tujuan Singapura maupun Malaysia.
“Kapal yang berangkat normal, tapi memang tak penuh. Extra trip minggu lalu ada satu kapal, untuk minggu ini belum ada informasi,” kata Nika.
Masih kata Nika, pada akhir pekan minggu lalu arus penumpang sempat berada diangka 5000 orang lebih. Hal itu dikarena sekolah di Singapura libur.
“Peak season minggu lalu 5000an, kemudian hari biasa terus menurun. Mudah-mudahan akhir minggu ini kembali meningkat,” pungkas Nika.(*)
Reporter: Yashinta



