
batampos – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sangat dirasakan oleh pelaku ojek online di Batam. Pasalnya tarif ojek masih sama sementara pengeluaran mereka untuk beli BBM membengkak.
Antrean panjang kendaraan di SPBU juga jadi kendala bagi pelaku ojek ataupun taksi online. Waktu mereka juga tersita sebab harus berjibaku dengan pengendara lain yang memenuhi setiap SPBU saat ini.
“Serba susah kami. Sudah untungnya dikit, minyak pun susah didapat. Harus antre panjang kalau mau isi di SPBU,” ujar Budi, penegendara ojek online di Batuaji, Selasa (6/9).
Semenjak pemerintah mengumumkan kenaikan BBM, pelaku ojek dan taksi online belum mendapat keputusan apapun dari pengelolah terkait penyesuaian tarif ojek ataupun taksi. Mereka masih menerapkan tarif lama yang tertera di aplikasi.
” Belum ada perubahan. Masih sama tarifnya. Maxim, gojek ataupun grab sama saja belum ada kenaikan tarif,”ujar Asman, gojek lainnya.
Polsek Batuaji Bagikan Sembako Kepada Gojek dan Taksi Online
Keluhan pelaku ojek dan taksi online ini ditanggapi oleh jajaran Polsek Batuaji yang melakukan baksos, Selasa (6/9) kemarin. Baksos ini berupa pembagian beras lima kilogram kepada pelaku ojek dan taksi online di wilayah hukum Polsek Batuaji. Ada sekitar 50 karung beras yang disalurkan secara gratis di persimpangan persimpangan jalan.
Kapolsek Batuaji Kompol Danniel Ganjar Kristanto berpesan agar pelaku ojek ataupun taksi online tetap semangat mencari nafka dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
“Semoga kita semua tetap sehat. Kalau kita jujur, ikhlas, Insyaallah akan ada rejeki yang lebih buat kita. Taati aturan lalulintas dan selalu gunakan masker ya,” pesan Ganjar. (*)
Reporter : Eusebius Sara



