Sabtu, 14 Maret 2026

Ratusan Warga Batam Jadi Korban Arisan dan Investasi Online, Miliaran Rupiah Melayang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
ilustrasi (pixabay.com)

batampos – Arisan dan investasi online kembali memakan korban. Ada ratusan korban kali ini dengan kerugian miliaran rupiah. Terduga pelakunya adalah seorang wanita berinisial IP yang berdiam di salah satu perumahan mewah di Batamcenter.

Modus pelaku adalah mengajak masyarakat yang dikenalnya untuk arisan dan investasi secara online. Investasi tersebut bernama Yi Ling. Para korban dimintai sejumlah uang dengan besaran yang berbeda-beda, mulai Rp 10 juta hingga Rp 100-an juta.

Setelah uang diterima, pelaku berusaha menghindar dan para korban mulai menyadari kalau perbuatan pelaku ini menjurus ke aksi penipuan. Para korban mencoba mendatangi kediaman pelaku, namun korban sudah pindah ke perumahan mewah lainnya.

Anggota Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kepri Paridah Sembiring yang menerima aduan dari para korban menuturkan, terduga pelaku sudah berusaha dimintai pertanggungjawaban dari para korban namun belum ada tanggapan hingga saat ini. Mereka juga berusaha mendatangi lokasi tempat tinggal terbaru dari IP di kawasan Pasir Putih, Batamcenter, namun tetap nihil. IP sepertinya cuek dengan permintaan para korban.

“Kita sudah koordinasi dengan Polda Kepri, nanti akan buat laporan resmi ke Polsek atau Polres. Ini kita masih berusaha untuk konfirmasi lagi ke yang bersangkutan. Kalau tetap tak ada tanggungjawab kita akan tempuh jalur hukum,” ujar Paridah.

Rahma, Dina, dan Frans, tiga dari sekian puluh korban yang menjumpai awak media menuturkan, IP awalnya melakukan pendekatan dengan mereka melalui kegiatan bakti sosial dan via medsos. Setelah merasa akrab, dia menawarkan arisan daniInvestasi, sejak tahun 2019 lalu.

Kepada para korban pelaku menjanjikan bahwa siapa yang tarik (arisan ataupun investasi yang ditawarkan) belakangan akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Itu artinya para korban berlomba-lomba untuk mendapat giliran belakangan dengan harapan dapat laba yang lebih besar.

“Beberapa hari belakangan ini sebenarnya sudah jatuh penarikan kami yang disebut belakangan tadi, tapi tak ada kabar apapun dari dia. Cari ke rumah lamanya sudah tak ada. Coba telepon tak angkat. Malah dapat kabar dari korban lain kalau arisan itu kolaps. Lah uang kami gimana. Uda puluhan bahkan ratusan juga yang masuk,” ujar Rahma.

Puluhan dari ratusan korban tadi kembali mendatangi rumah kontrakan pelaku yang terbaru di kawasan pasir putih dan mereka berhasil menjumpai pelaku namun lagi-lagi mereka tidak mendapat kepastian. IP wanita modis tersebut malah berusaha menelpon pengacaranya untuk menemui para korban tadi.

“Nanti sama pengacara saya saja kita bicarakan,” ujar IP.

Pengacara IP, Sopandi mengatakan, pihaknya bukan menutup kasus ini. Sebab sudah ada satu bulan ia menginformasikan kepada konsumen yang merasa tertipu untuk mengumpulkan bukti berapa uang yang telah mereka setorkan. “Ini sebenarnya tidak ada penipuan, tapi ini investasi yang kebetulan saat ini lagi zonk,” katanya

Terkait kerugian para korban, Supandi mengaku sudah ada itikad baik dari IP untuk mengganti kerugian para korbannya. Salah satunya dengan menjual mobil dan rumahnya.

“Tapi sebelum itu harus clear-kan dulu angkanya berapa. Berapa angka yang merasa dirugikan dan mereka belum punya data itu jadi bukan kita gak mau selesaikan,” ucapnya. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN