Kamis, 12 Maret 2026

Moda Transportasi Penyumbang Inflasi di Kepri, Gubernur Diminta Segera Salurkan BLT

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Pelabuhan Domestik Telaga Punggur Kota Batam. Kenaikan tarif transportasi jadi penyumbang terbesar inflasi di Kepri.  Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di bulan September kembali mengalami peningkatan harga atau inflasi sebesar 1,06 persen.

Dari data tersebut, dua kota di Kepri yakni Kota Batam mengalami inflasi sebesar 1,08 persen, dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,92 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, Darwis Sitorus mengatakan, ada beberapa aspek yang menjadi penyumbang inflasi terbesar bulan ini yakni kenaikan tarif transportasi.

“Kelompok transportasi naik 6,98 persen,” katanya, Selasa (4/102022).

Baca Juga: Daftar Harga Tiket KM Kelud Lengkap, Batam-Belawan dan Batam-Tanjung Priok

Ia menambahkan, BPS juga mencatat bahwa Kepri mengalami inflasi tahunan sebesar 6,79 persen.

“Sementara, Inflasi tahun kalender Januari–September 2022 sebesar 4,96 persen,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut , Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin meminta Ansar mempercepat penyaluran BLT subsidi BBM kepada masyarakat nelayan, ojek online, dan angkot.

Penyaluran BLT yang cepat akan membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga pasca pengumuman kenaikan harga BBM subsidi.

“Harga tiket kapal udah naik, tarif angkot juga naik, kebutuhan pokok juga naik, BLT satu-satunya yang bisa menyelamatkan masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Bangunan Utama Masjid Agung Batam Segera Dibongkar

Ia juga meminta Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memantapkan rencana pembentukan kawasan pertanian terpadu ratusan di tahun mendatang.

Sebab kawasan pertanian terpadu sangat penting untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, apalagi Kepri bukan penghasil kebutuhan pokok.

“Mulai tahun depan kawasan pertanian terpadu harus direalisasikan, minimal kita swasembada pangan 30 persen,” ujarnya.

Wahyu juga meminta agar Pemprov Kepri membangun pasar induk di 4 daerah populasi terbesar yakni Tanjungpinang, Bintan, Batam, dan Karimun.

Dengan pasar induk, pemerintah akan melakukan intervensi pasar dengan menetapkan harga eceran tertinggi. Komoditas pasar induk nantinya akan disuplai dari kawasan pertanian terpadu.

“BPS mencatat bahwa operasi pasar berhasil menurunkan inflasi 0,5 persen pada Agustus 2022,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter : Azis Maulana

SALAM RAMADAN